Surat Terbuka Media Timur Tengah untuk Obama

Surat terbuka untuk Presiden Obama di Timur Tengah dan Dunia Islam

United States OF America (SuaraMedia) Pertama tama, kami ucapkan selamat atas kemenangan anda pada Pemilihan Presiden kemarin. Sama halnya seperti banyak orang di dunia, kami juga berharap dan terinspirasi atas terpilihnya anda. Terpilihnya anda sebagai presiden AS adalah bukti dari janji AS sebagai negeri yang menawarkan kesempatan, persamaan, dan perdamaian. Kepemimpinan anda menghasilkan sebuah kesempatan yang historis untuk hubungan internasional yang lebih baik, dan khususnya saat ini ketika hubungan AS dan negara negara muslim sedikit memburuk.

Kami tergerak ketika anda berjanji untuk mendengarkan dan memahami situasi dan aspirasi dari Umat Muslim dan kaum Arab. Dengan cara menutup penjara Guantanamo dan melarang penyiksaan, kami rasahal tersebut dapat menginspirasi hubungan yang lebih baik antara AS dengan dunia Muslim. Bulan lalu, dalam wawancara akbar pertama anda, jutaan rakyat Arab mendengar seruan anda untuk saling menghormati dalam salah satu stasiun Televisi Timur Tengah. Mereka merasa lebih kuat setelah mengetahui bahwa anda menempatkan resolusi terhadap konflik di jalur Gaza sebagai prioritas utama, hal itu dibuktikan dengan penunjukan Senator George Mitchell sebagai perwakilan anda. Merengkuh masyarakat di luar negara anda merupakan langkah kecil yang tidak dapat memberikan signifikansi apapun. Namun merupakan langkah yang harus dilakukan untuk perubahan politik yang konkrit.

Untuk meningkatkan hubungan antara AS dan negara negara Timur Tengah memang tidak dapat dilakukan hanya dengan cara merubah beberapa kebijakan. Kebijakan AS dan Timur Tengah telah lama menunjukkan ketidaksinambungan. Untuk lebih dari setengah abad, AS telah lama mendukung rezim represif yang secara berkala menindas hak hak asasi manusia, dan bagaimana pemberlakuan dari siksaan dan hukuman penjara untuk semua orang yang mengkritik kebijakan tersebut dan melarang penduduk mereka untuk terlibat dalam aktivitas perdamaian dan politik. AS mendukung otokrat Arab yang harusnya mendukung stabilitas regional. Pada kenyataannya, hal tersebut menciptakan kekacauan dan ketidakstabilan.

Dalam proses inagurasinya yang kedua, President Bush memutuskan bahwa AS tidak lagi mendukung tiranisme dan akan berjuang di jalan para aktivis dan para pejuang perubahan demokrasi. Namun pada akhirnya pemerintahan Bush kembali memalingkan diri dari Timur Tengah setelah partai Islam terpilih dalam Pemilihan Umum di negara tersebut. Hal ini tidak hanya menghancurkan kredibilitas AS,  namun juga mengirimkan pesan yahng sangat kuat kepada para otokrat bahwa mereka dapat menegaskan kekuatan mereka dan menghancurkan oposisi dengan tak kenal hukum.

Untuk membangun pemerintahan dengan landasan respek mutual, sangatlah penting bagi AS untuk berpihak pada kebenaran sejarah yang berhubungan dengan kemanusian,sipil, dan hak politik dari masyarakat Timur Tengah. Tidak ada keraguan bahwa penduduk Timur Tengah sangatlah merindukan kebebasan dan demokrasi; mereka telah membuktikan bahwa mereka bersedia berjuang demi apa yang mereka inginkan. Apa yang mereka inginkan dari pemerintahan anda adalah komitmen untuk mendukung reformasi politik tanpa peperangan, ancaman, maupun paksaan, namun melalui kebijakan kebijakan damai yang dapat mendukung pemerintahan untuk mewujudkannya. Lebih dari itu, mereka juga berharap pada AS untuk tidak merasa ragu dalam turut serta mengutuk aksi aksi yang melawan HAM yang terjadi di negara negara Timur Tengah. Ketika dibutuhkan, AS harusnya dapat memberikan pengaruhnya dalam bidang ekonomi dan diplomatis jika hal tersebut masih terjadi.

Kami menyadari bahwa keberanian mengambil langkah dapat menimbulkan kesulitan. Maka dari itu, aksi yang nyata sangatlah diperlukan. Kebijakan Amerika di Timur Tengah telah lama dilumpuhkan oleh ketakutan akan berkuasanya partai Islam. Beberapa rasa takut ini sepertinya masih sah dapat dimaklumi; kebanyakan umat Islam mendukung kebijakan Iliberal. Mereka lebih butuh untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap hak hak wanita dan kaum minoritas religius, dan kesedian mereka untuk mentoerir perbedaan. Namun kelompok Islam kebanyakan bersifat cinta kedamaian dan menghargai proses kedamaian.

Di banyak negara, temasuk Turki, Indonesia, dan Maroko, hak untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum dan telah membuat partai Islam menjadi lebih moderat dan hal itu memperkuat komitmen mereka atas norma demokratis. Kita mungkin tidak setuju dengan beberapa pendapat mereka, namun jika kita mengharapkan proses penyebaran agama dan demokrasi berjalan bersamaan, sangatlah tidak mungkin untuk menafikan oposisi terkuat pada daerah tertentu dari proses demokrasi. Pada waktu yang sama, menghindari kemungkinan terjadinya persaingan antara penganut Islam dan rezim yang sedang berkuasa bisa jadi merupakan sebuah kesalahan. Mempromosikan pembukaan demokratis dalam wilayah tertentu dapat memberikan kesempatan untuk partai liberal dan sekuler untuk saling menyampaikan ide mereka kepada massa yang lebih luas setelah lama terkungkung dalam represi yang membuat mereka lemah dan terpinggirkan. Kompetisi yang terjadi antar partai yang memiliki diversifikasi ideologi merupakan hal yang lumrah untuk perkembangan politik dalam negara tersebut.

Singkatnya, kami menawarkan kesempatan untuk mengirim pesan yang sangat jelas kepada dunia Arab dan Muslim : AS akan mensupport semua upaya perjuangan kedamaian, demokrasi, dan hak asasi manusia. Anda, Tuan Presiden, telah menyampaikan pesan dalam proses inagurasi anda ketika anda berkata : ‘untuk mereka yang berpegang teguh pada tindak kecurangan dan pembungkaman proses penyampaian pendapat, ketahuilah bahwa anda telah berada pada jalan yang tidak benar, tapi kami tidak ragu untuk menyadarkan anda jika anda menantang kami’

Kami sangatlah sadar ketika kondisi ekonomi global mengalami krisis, dan berlanjutnya tantangan pada Irak, Iran, Pakistan, dan Afganistan, reformasi politik dan kemajuan proses demokrasi di Timur Tengah masih harus bersaing untuk untuk mendapatkan prioritas utama dalam agenda anda. Kebijakan lebih sering menempatkan kita dalam situasi untuk membuat pilihan sulit. Namun, selagi anda bekerja dengan memprioritaskan Timur Tengah, kami mendorong anda untuk mengangkat reformasi politik dan respek terhadap hak asasi manusia sebagai pertimbangan  utama anda ketika berhubungan dengan rezim Arab dan rakyat Arab.

Sebagai kwsimpulan, kami menulis surat ini untuk meningkatkan kepercayaan bahwa mendukung proses demokrasi di Timur Tengah bukanlah hanya minat utama kami saja, namun juga di AS. Mungkin yang lebih penting lagi, apa yang kita pilih untuk lakukan terhadap permasalahan ini akan mendatangkan efek yang positif terhadap perkembangan idealisme demokrasi di Amerika dalam era yang baru ini (blk/amm) dikutip Oleh http://www.suaramedia.com

Ditandatangani Oleh 144 Orang

Coordination Committee:

Radwan A. Masmoudi
Center for the Study of Islam & Democracy

Shadi Hamid
Project on Middle East Democracy

Geneive Abdo
The Century Foundation

Larry Diamond
Ctr. on Democracy, Dev. & Rule of Law, Stanford University

Michele Dunne
Carnegie Endowment for Int. Peace

Jennifer Windsor
Freedom House

American Scholars, Experts & Organizations:

Tamara Cofman Wittes
Saban Center, Brookings Institution

Francis Fukuyama
The Johns Hopkins School of Advanced International Studies

Matt Yglesias
Center for American Progress

Mona Yacoubian
U.S. Institute of Peace

John L. Esposito
Georgetown University

Reza Aslan
UC Riverside

Morton H. Halperin
Formerly Office of Policy Planning, Department of State

Will Marshall
Progressive Policy Institute

Randa Slim
Rockefeller Brothers Fund

Neil Hicks
Human Rights First

Joe Stork
Human Rights Watch

Robert R. LaGamma
Council for a Community of Democracies

Jack DuVall
Int. Center on Nonviolent Conflict

Robert A. Pastor
Center for Democracy and Election Management, American University

Jean Bethke Elshtain
University of Chicago

Peter Beinart
Council on Foreign Relations

Bob Edgar
Common Cause

Rachel Kleinfeld
Truman National Security Project

Robert Kagan
Carnegie Endowment for Int. Peace

Dokhi Fassihian
Democracy Coalition Project

Dina Guirguis
Voices for a Democratic Egypt

Andrew Albertson
Project on Middle East Democracy

Nathan J. Brown
George Washington University

Marc Gopin
Ctr for World Religions, Diplomacy, & Conflict Resolution, GMU

Graham E. Fuller
Simon Fraser University, Vancouver BC.

Rabbi Michael Lerner
Network of Spiritual Progressives

Farid Senzai
Institute for Social Policy and Understanding

Frank Kaufmann
Inter Religious Federation for World Peace

Ammar Abdulhamid
Tharwa Foundation

Arsalan Iftikhar
Islamica Magazine

Richard Bulliet
Columbia University

Seth Green
Americans for Informed Democracy

Joseph Montville
Toward the Abrahamic Family Reunion

Joseph K. Grieboski
Institute on Religion and Public Policy

Jim Arkedis
Progressive Policy Institute

Asma Afsaruddin
University of Notre Dame

Anisa Mehdi
Arab-American Journalist

Mohammed Ayoob
Michigan State University

Peter Mandaville
Center for Global Studies, GMU

Omid Safi
University of North Carolina

Sulayman S. Nyang
Howard University

Naiem A. Sherbiny
Ibn Khaldun Ctr. for Development

Louay Safi
ISNA Leadership Development Ctr.

Najib Ghadbian
University of Arkansas

Aly R. Abuzaakouk
Libya Human and Political Dev. Forum

Robert D. Crane
The Abraham Federation

Sally Painter
Global Fairness Initiative

Steven Brooke
Independent Academic

Sheila Musaji
The American Muslim

Hashim El-Tinay
International Peace Quest Inst.

Antony T. Sullivan
Near East Support Services

Clement Moore Henry
Dept. of Government, U of Texas at Austin

Ahmed Subhy Mansour
The International Quranic Center

Yvonne Haddad
Georgetown University

Shahed Amanullah
altmuslim.com

Hakan Yavuz
The University of Utah

Ibrahim Kalin
Georgetown University

Mumtaz Ahmad
Hampton University

Charles Butterworth
University of Maryland

John P. Entelis
Fordham University

Nahyan Fancy
DePauw University

Jeffrey T. Kenney
DePauw University

Imad-ad-Dean Ahmad
Minaret of Freedom Institute

Jamal Barzinji
International Institute of Islamic Thought

H. Ali Yurtsever
Rumi Forum

Abubaker al Shingieti
American Muslims for Constructive Engagement

Nayereh Tohidi
California State University, Northridge

Nancy Gallagher
University of California, Santa Barbara

Safei Hamed
Alliance of Egyptian Americans

Ali Akbar Mahdi
Ohio Wesleyan University

Nader Hashemi
University of Denver

Nader Hashemi
University of Denver

Timothy Samuel Shah
Council on Foreign Relations

Sondra Hale
Islamic Studies, UCLA

Lester Kurtz
George Mason University

Mehrdad Mashayekhi
Georgetown University

Fatemeh Haghighatjoo
University of Massachusetts, Boston

Salah Aziz
American Society for Kurds

Ali Banuazizi
Boston College

Mehrangiz Kar
Harvard University Human Rights Program

Tamara Sonn
College of William & Mary

Salam Al-Marayati
Muslim Public Affairs Council

Stephen Zunes
University of San Francisco

Mike Ghouse
World Muslim Congress

David A. Smith
University of California, Irvine

Ziad K. Abdelnour
US Committee for a Free Lebanon

Samer Libdeh
Center for Liberty in the Middle East

Javed Ali
Illume Magazine

Selahattin Oz
Georgetown University

Amin Mahmoud
The Alliance of Egyptian Americans

Maher Kharma
Islamic Society of Annapolis

International Scholars & Organizations:

Saad Eddin Ibrahim
Ibn Khaldoun Center

Anwar Ibrahim
People’s Justice Party, Malaysia

Emad El-Din Shahin
Dept. of Government, Harvard University

Radwan Ziadeh
Carr Center for Human Rights Policy, Harvard Univ.

Atef Saadawy
Al-Ahram Democracy Review

Obaida Fares
Arab Foundation for Development and Citizenship

Mona Eltahawy
Commentator and public speaker, Egypt

Usman Bugaje
Action Congress, Abuja, Nigeria

Dogu Ergil
Ankara University, Turkey

Mohamed Elshinnawi
Journalist/Consultant

Mohammad Fadel
University of Toronto Faculty of Law

Jamal Eddine Ryane
Global Migration and Gender Network, Amsterdam

Najah Kadhim
International Forum for Islamic Dialogue-London-UK

Maajid Nawaz
The Quilliam Foundation, London, UK

Sameer Jarrah
Arab World Center for Democratic Development, Jordan

Ihsan Dagi
Insight Turkey

Santanina T. Rasul
Former Senator, The Philippines

Can Kurd
Kurdish PEN Club / Germany

Muna AbuSulayman
UNDP Goodwill Ambassador in KSA

Saoud El Mawla
The Islamic Council for Dialogue, Justice and Democracy, Lebanon

Amina Rasul-Bernardo
The Philippines Council on Islam & Democracy

Sayyed Nadeem Kazmi
The britslampartnership Ltd, UK

Muhammad Habash
Islamic Studies Center, Damascus, Syria

Boudjema Ghechir
Algerian League for Human Rights

Kais Jawad al-Azzawi
Al-Jareeda Newspaper, Baghdad, Iraq

Rola Dashti
Kuwait Economic Society

Zainah Anwar
Sisters in Islam, Malaysia

Jafar M. Alshayeb
Writer and Advocate, Saudi Arabia

Daoud Casewit
American Islamic Scholar, Morocco

Anwar N. Haddam
Mvt. for Liberty & Social Justice, Algeria

Ashur Shamis
Libya Human and Political Dev. Forum

Hamdi Abdelaziz
Journalist & Human Rights Activist, Egypt

Dalia Ziada
The American Islamic Congress, Cairo, Egypt

Abdulkhaleq Abdulla
Dept. of Political Science, United Arab Emirates

Wajeeha S. Al- Baharna
Bahrain Women Association for Human Development

Abdullahi Mohamoud Nur
Community Empowerment for Peace and Integrated Development, Somalia

Brendan Simms
The Henry Jackson Society: Project for Democratic Geopolitics, London, UK

Alan Mendoza
The Henry Jackson Society: Project for Democratic Geopolitics, London, UK

Ashraf Tulty
Justice & democracy for Libya

Hadi Shalluf
International Criminal Court, Paris

Aref Abu-Rabia
Fulbright Scholar

Omar Affifi
Hukuk Elnas

Jacqueline Armijo
Zayed University, United Arab Emirates

Sliman Bouchuiguir
Libyan League for Human Rights

Mohammed Mahfud
Al-Kalima Magazine, Saudi Arabia

Walid Salem
Panorama, East Jerusalem

(Sumber: http://www.suaramedia.com/berita-dunia/benua-amerika/5062-surat-terbuka-untuk-obama-di-timur-tengah-dan-dunia-islam.html)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s