SURAT UNTUK BUPATI/WAKIL BUPATI GARUT

SURAT UNTUK BUPATI/WAKIL BUPATI

 

Bismillahirrahmanirrahim

Semoga Bapak-bapak diberikan kekuatan oleh Allah dalam menjalankan amanat-Nya.

Sebagai jajaran Pimpinan Daerah Pemuda Persis Garut, kami memiliki tanggung jawab yang sama dengan Bapak-bapak dalam membangun daerah Garut yang tercinta ini. Tentu saja, pembangunan yang kita lakukan berbeda, sebab perbedaan struktur dan domainnya.

Walau begitu, domain yang bapak-bapak pikul, yaitu lembaga pemerintahan, memiliki akses yang lebih powerful di banding kami yang berada pada domain organisasi masyarakat. Oleh sebab itu, Islam menyebutnya daulah hukumiyyah (organ yang memikul dan berwenang dalam sebuah wilayah). Dan oleh sebab itu pula, pada ranah penyadaran, kami sadar betul bahwa gerakan keagamaan baik berbentuk ormas, lembaga pendidikan, pesantren, dan lain sebagainya, memikul tanggung jawab besar. Sebab gerakan penyadaran tidak bisa dilakukan secara struktural, namun lebih tepat melalui gerakan kultural, penanaman nilai dan norma keagamaan. Di sisi lain, struktur pemerintahan, memiliki kewenangan luas untuk melakukan pembenahan pada domain-domain yang tidak bisa kami sentuh.

Pada tahapan ini, Bapak-bapak pasti sepakat. Tidak ada perbedaan dan pertentangan. Namun seringkali, pada tataran aksi dan bukti, terus terang kami tidak bisa melihatnya.

Aktivitas struktural yang kami maksud bukan saja dengan melandingkan peraturan-peraturan Islami, melakukan pengawasan secara proaktif pada pelanggar-pelanggar aturan itu, tapi juga menyediakan sarana-prasarana yang dapat menumbuhkembangkan kesadaran itu serta menyediakan alternatif bagi penyakit sosial yang berakar dari kesenjangan struktural.

Saat ini, kita masih dapat melihat dengan kasat mata, bahwa seks dan hiburan malam (di sekitar pasar baru, bunderan guntur, jl. merdeka, jl. sudirman, kafe gobing, dll), kemusyrikan (penyembahan makam, perdukunan, dll), aliran sesat, perjudian, mentalitas hedon di mall-mall, kenakalan remaja, serta pemandangan suram lainnya yang tidak bisa kami sebutkan di sini, semakin subur dan tanpa perhatian.

Sebaliknya, motivasi untuk kembali kepada Quran-Sunnah, memakmurkan mesjid, berinfaq, berzakat, berdagang, bekerja, dan beraktivitas secara Islami, kurang bergeming. Seolah-olah, agama hadir saat pada perayaan hari-hari besar, dan harus ditarik kembali saat perayaan itu berlalu.

Ketidakberkahan itu ditambah pula oleh sumber keuangan pemerintah dari sumber-sumber haram dan syubhat.

 

Bapak-bapak para pemimpin!

Kemajuan yang kami pandang, tidaklah sama dengan kemajuan pragmatisme kapitalis. Kami memandang, bahwa kemajuan ruhiyyah adalah basis bagi kemajuan-kemajuan lainnya. Sebab kemajuan fisik yang tidak berbasis kemajuan ruhiyyah, ada kemajuan semu, kemajuan wayang, kemajuan dongeng, yang berujung pada kehancuran mentalitas manusia. Di saat barat menyadari ini dengan penyelesaian berbeda (posmo-perenialisme), kita justru ‘membeo’ barat tanpa pamrih!

Saya yakin, sebagai sama-sama orang religius (berasal dari dunia pesantren dan dari daerah santri), kita dapat memahami poin ini bersama-sama.

Pada kesempatan ini pula, bapak-bapak dapat memahami kenapa kepala pemerintah independen harus mendapat dukungan dan apa sebabnya mendapat dukungan. Bukan karena Garut lebih mengenal sosok ‘mantan artis’ Kang Dhiky Chandra saja, namun kita rakyat Kabupaten Garut, sudah jengah dengan janji partai (baik Islam ataupun non Islam).

Oleh sebab itu, jangan pula bapak-bapak mengecewakan kami, hingga kami mengatakan pula bahwa KEPALA DAERAH NON PARTAI TIDAK LEBIH BAIK DARI KEPALA DAERAH REPRESENTASI PARTAI.

 

Demikian, tangggung jawab berwasiat ini kami sampaikan. Suatu hari, kita sama-sama akan dipanggil Allah dan dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya. Serta seberat-berat dan selama-lamanya hisab, adalah hisab para pemimpin.

 

Faqad Ballaghtu!

Aqulu Qauli Hadza Astaghfirullaah Li Wa Lakum

Allahu Ya-Khudzu biaidina Ilaa Ma Fiihi Khairun Lil Islami Wal Muslimin

Ana Muslimun Qabla Kulli Syain

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

 

Pimpinan Daerah Pemuda Persis Garut

 

Yudi Wahyudin (99.078)

Ketua

One thought on “SURAT UNTUK BUPATI/WAKIL BUPATI GARUT

  1. Kinin ULAMA berlomba menuju Istana,
    Masjid Surau-surau Tak bersuara, ditinggal…
    Hanya Kakek tua yang renta,..
    gemertak tulang terdengar melalui desah suara adzan
    yang ia lantunkan…
    dulu, ENGKAU membina kami, mengajar dan mengaji…
    kini, halal dan haram menjadi bias.. ..
    hak dan bathil menjadi abu-abu…
    syari’at yang ENGKAU ajari, kini kaku…
    bagaimana diatas sana, apakah Islam terasa nikmat,
    apakah Iman terasa manis..?? kalau ya,
    Ajaklan kami kesana…
    bukan, bukan ke Istana.. kami takut,
    takut seperti yang kini kami rasakan.
    kami rindu, rindu ilmumu yang dulu…
    Bapak, kami ingin nanti engkau,
    dinaungi di alam mahsyar sana…
    kelak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s