SHAUM SESUAI SYARI’AT!

Oleh: Abu Azkiya*)

Apa itu shaum

Shaum menurut bahasa adalah al-imsak yang berarti menahan, yaitu menahan diri dengan niyyat beribadah kepada Allah dari makan, minum dan berhubungan suami istri serta yang membatalkan lainnya semenjak fajar sampai terbenamnya matahari.

Shaum dalam Islam dikelompokkan kepada Shaum yang wajib, Shaum sunnat, Shaum Makruh dan Shaum Haram. Shaum wajib adalah

  1. Shaum selama sebulan di bulan Ramadhan,
  2. Shaum qadha dari shaum Ramadhan,
  3. Shaum untuk memenuhi nadzar dan
  4. Shaum kiffarat (dendaan dari suatu pelanggaran perintah dan larangan dalam agama Islam).

Shaum sunnat adalah shaum yang dicontohkan oleh Rashululläh shallallähu ‘alaihi wasallam di luar shaum Ramadhan dan tidak diwajibkan, seperti:

  1. Shaum hari Senin dan Kamis,
  2. Shaum Hari Arafat (tanggal 9 Dzulhijjah) bagi yang tidak melaksanakan haji,
  3. Shaum Ayyamil Bidh (Pertengahan bulan) pada hari ke 13, 14 dan 15 di setiap bulan hijriyyah
  4. Shaum Enam hari di bulan syawaal.
  5. Shaum Tasu’a – ‘Asyura (pada hari ke sembilan dan ke sepuluh) di bulan Muharram.
  6. Shaum Dawud (shaum selang sehari dengan berbuka).

Shaum makruh adalah shaum yang harus ditinggalkan karena ada beberapa hal yang memintanya, seperti:

  1. Seorang istri shaum sunnat ketika suaminya ada dan tidak memberikan ijin terhadapnya.
  2. Shaum khusus di Hari Jum’at.

Sedangkan shaum yang diharamkan ialah:

  1. Shaum yang diniatkan bukan kepada Allah dan dilaksanakan bukan berdasar kepada perintah-Nya dan contoh Rashululläh shallallähu ‘alaihi wasallam.
  2. Shaum pada Dua Hari raya yaitu ‘Idul Fitri dan ‘Idhul Adha.
  3. Shaum bagi perempuan yang sedang haidh dan atau nifas.
  4. Shaum pada Hari Tasyriq (tanggal 11, 12 dan 13 di Bulan Dzulhijjah)
  5. Shaum dalam kondisi tidak memungkinkan dan akan membinasakan.

Untuk siapa shaum

Shaum dilaksanakan bagi orang yang beriman kepada Allah subhanahu wata’ala. Seorang muslim yang sudah dewasa, dalam keadaan sehat, dan tidak dalam keadaan darurat, diharuskan melaksanakan shaum.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, (QS. Al-Baqarah: 185)

Shaum ini tidak hanya diwajibkan kepada kita kaum muslimin sekarang ini, bahkan kaum muslimin sebelum Nabi Muhammad shallallähu ‘alaihi wasallam pun dipertintahkan untuk shaum.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS. Al-Baqarah: 183)

Orang yang tidak beriman ‘dapat melakukan’ shaum. Tapi tentunya tidak dalam lingkup ibadah. Kalau mendapatkan hasil adalah hanya yang berkaitan dengan kehidupan dunia. Terlalu jauh bagi yang tidak beriman, bagi orang yang beriman saja, bila tidak diniatkan untuk shaum karena Allah dan mengharap pahala dari-Nya, maka shaumnya hanya menggapai lapar dan dahaga saja. Wal’iyadzu billah

Kapan dilaksanakan shaum

Shaum dilaksanakan ketika memasuki waktu yang diperintah untuk pelaksanaannya, yaitu pada siang hari yang dimulai fajar shidiq (yang benar) atau fajar yang kedua yaitu waktu shalat shubuh dan berakhir pada waktu shalat maghrib tiba. Khusus untuk Shaum Ramadhan, maka shaum ini dilaksanakan dalam siang hari Bulan Ramadhan sebulan lamanya. Apakah 30 hari atau 29 hari, tergantung jumlah hari dalam Bulan Ramadhan tersebut.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضى الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَكَرَ رَمَضَانَ فَضَرَبَ بِيَدَيْهِ فَقَالَ «الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا – ثُمَّ عَقَدَ إِبْهَامَهُ فِى الثَّالِثَةِ – فَصُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ أُغْمِىَ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ ثَلاَثِينَ ».

Dari Ibnu Umar rhadhiyallahu ‘anh, sesungguhnya Rashululläh shallallähu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang Ramadhan. Beliau memberikan contoh dengan tangannya sambil bersabda: “Satu bulan itu adalah demikian, demikian dan demikian, yang kemudian dengan melengkungkan ibu jarinya pada hitungan yang ketiga. Maka shaumlah kalian bila melihat hilal, dan berbukalah bila melihatnya. Bila keadaan mendung, maka tentukanlah jumlahnya menjadi 30 hari”. (HR. Bukhari)

Ramadhan ada diantara Bulan Sya’ban dan Bulan Syawwal. Kita dibenarkan melaksanakan Shaum Ramadhan adalah manakala kita telah yakin memasuki Bulan Ramadhan yang ditandai dengan terlihatnya hilal (bulan baru). Begitupula mengakhiri Shaum Ramadhan  adalah bila hilal untuk Syawwal telah terlihat. Bila tidak terlihat, maka kita harus menggenapkan bulan tersebut menjadi 30 hari.

Di mana

Mengingat shaum adalah ibadah yang berkaitan dengan waktu, maka tempat tidak menjadi ukuran. Di mana dan kapanpun kita dapat melaksanakan shaum. Di belahan dunia manapun, bila ramadhan telah tiba, maka kita harus melaksanakan shaum.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, (QS. Al-Baqarah: 185)

Kenapa

Kenapa kita harus shaum? Jawabannya adalah karena Allah memerintahkannya. Allah adalah Tuhan yang telah menciptakan manusia dan alam ini beserta segala isinya. Allah menciptakan kita dan perlengkapan kehidupan kita adalah untuk menguji siapa yang terbaik di antara kita.  Yang berat timbangan amal baiknya, maka ia akan mendapat ridha Allah berupa surga-Nya, dan yang amal buruknya lebih banyak, maka ia akan mendapat murka Allah melalui neraka-Nya. Ujian tersebut diberitahukan kepada manusia melalui wahyu yang diterima utusan-Nya yang membawa bukti kebenaran dari-Nya. Wahyu Allah menjelma menjadi aturan dalam perintah dan larangan yang disebut agama Islam.

Islam mempunyai lima rukun, yaitu syahadat, shalat, zakat, shaum dan hajji. Shaum yang dimaksud dalam rukun Islam adalah shaum ramadhan sebagai shaum yang wajib bagi setiap muslim di setiap tahunnya. Bila kita meninggalkan shaum, maka ini berarti sama dengan meninggalkan shalat dan zakat.  Jika tidak shaum secara sengaja dan tanpa alasan yang dapat dibenarkan, maka kita tergolong orang yang kafir. Menolak shaum berarti tidak mengakui dan menuruti titah Allah subhanahu wata’ala. Na’udzu billah.

Sebagai aturan dan perintah Allah subhanahu wata’ala maka dapat dipastikan bahwa shaum akan memberikan kebaikan dan kemaslahatan bagi manusia. Apakah kemaslahatan itu untuk pelaksana shaum maupun orang lain, apakah di dunia maupun di akhirat, apakah untuk kejiwaan atau ruh dan juga badan. Sudah banyak penelitian dilakukan dan memberikan kesimpulan bahwa shaum yang benar dapat melahirkan berbagai kemaslahatan dan manfaat bagi kesehatan. Ini merupakan tanda bahwa apa yang disyari’atkan Allah adalah pasti baik dan benar untuk kita.

Bagaimana shaum yang benar

Agar shaum kita mencapai nilai yang maksiamal, maka lakukanlah shaum dengan:

  1. Niyyat ikhlas karena Allah dan mengharapkan balasan dari-Nya.
  2. Sahur di waktu sebelum shubuh.
  3. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan dan mengurangi kekhusyuan dan pahala shaum, berupa:
    1. Tidak makan, tidak minum dan berhubungan suami dan istri di siang hari.
    2. Tidak menyia-nyiakan perintah Allah, dan tidak melampaui larangan Allah.
    3. Memanfaatkan waktu siang dan malam hari dengan amal shaleh, diantaranya:
      1. Beribadah di awal waktu dengan sebaik-baiknya.
      2. Tidak melewatkan ibadah sunnah.
      3. Tadarrus dan tadabbur al-Qur`an
      4. Membanyakkan shadaqah.
      5. Berbuat hal yang bermanfaat bagi yang lain.
  4. Tidak mengisi waktu dengan perbuatan yang tidak berguna dan Allah tidak suka.
  5. Menyegerakan berbuka dengan kurma dan jangan lupa berdo’a terlebih dahulu.

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ.

Ya Allah! Karena-Mu aku shaum, dan dengan rizki dari-Mu aku berbuka. (HR. Imam Abu Dawud)

Atau

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dahaga telah berlalu, badan telah terbasahi, serta pahala pun akan ditetapi, insya Allah. (HR. Imam Abu Dawud)

  1. Berbukalah dengan tidak berlebihan, dan jaga shalat berjama’ah di awal waktu.
  2. Berikan makanan dan minuman untuk orang lain berbuka.
  3. Laksanakanlah Shalat Tarawih atau Shalat Malam di malam Bulan Ramadhan sebanyak 11 roka’at.
  4. Evaluasilah pelaksanaan shaum kita semenjak sahur sampai pelaksanaan Shalat Tarawih tersebut, apakah sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rashululläh atau tidak.
  5. Bila tidak ada yang harus dikerjakan, lebih baik segera istrirahat. Niatkan besok untuk bangun sahur guna melaksanakan shaum.
  6. Bila punya kesempatan laksanakanlah umrah ke Baitullah.
  7. Sepuluh hari terakhir usahakanlah untuk I’tikap di masjid.
  8. Tunaikanlah zakat fitrah bagi setiap jiwa sekira 2,5 kg beras untuk dibagikan kepada yang berhak sesudah Shalat Shubuh tanggal 1 Syawaal hingga sebelum Shalat ‘Idul Fitri.
  9. Berharap dan mohonlah kepada Allah untuk menerima ibadah kita dan mengampuni kealpaan dan kesalahan kita.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami),

Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s