AKHIRNYA, RAMA MENGALAHKAN KEMUNAFIKAN DIRINYA! (Sebuah Refleksi Kehidupan)

By: Dadang Muslim

Berbohong bagi mayoritas orang sudah menjadi bagian dari kehidupannya, dan lebih ironis jika sudah dijadikan sebuah senjata untuk mencapai tujuan yang terencana sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian besar para stake holder kita. Berbohong akan terus bergulir, kalau tidak ada klarifikasi dari sumbernya. Karena tanpa klarifikasi hal tersebut akan menjadi karakter dan kemudian akhirnya akan menjadi ‘budaya’ sebuah bangsa yang tak akan terbendung.

Bagi kaum Muslimin tentunya berbohong merupakan perbuatan yang harus dihindari. Kondisi apapun yang terjadi, tak ada alasan untuk melegalkan berbohong karena Rasulullah telah bersabda bagi kaum muslimin harus menghindari berbohong, karena berbohong bagian dari perbuatan Kaum Munafik.

عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال آية المنافق ثلاث إذا حدث كذب وإذا وعد أخلف وإذا اؤتمن خان

Hadits diterima dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi Muhammad Saw., bersabda, “Tanda orang munafiq ada tiga: apabila berkata dusta, apabila berjanji ingkar, dan apabila diberi amanah ia khianat” (HR. Bukhari)

Kaum munafik merupakan kaum yang membenarkan Islam secara lisan tanpa disertai dengan keyakinan dalam hati dan pelaksanan dalam perbuatannya. Potensi kemunafikan ada dalam setiap diri manusia, akan tetapi ada yang bisa menetralisinya, dan banyak juga yang memberikan peluang untuk memunculkan potensi tersebut, yang menyebabkan manusia ingkar terhadap keberadaan Allah SWT.

Salah satu karakter kaum munafik adalah apabila berbicara pastinya berbohong. Bukankah perbuatan berbohong merupakan pengingkaran yang nyata terhadap Allah SWT. Seolah-olah Allah SWT tidak mendengar dan melihat apa yang dikatakan dan diperbuatnya. Ketika berbohong berhasil, untuk menutupinya pasti dengan berbohong kembali. Maka berbohong hanya bisa dihentikan dengan kejujuran. Kejujuran untuk berkata yang benar, kejujuran untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat dan kejujuran untuk keyakinan abadi yang tidak terbatas oleh waktu.

Panggung Politik dan pentas pemerintahan terus menggema dengan apologi-apologi kebohongan. Publik terpesona dengan silat lidah para politisi, terpana oleh ‘body language’ pemerintah yang ingin menyakinkan bahwa mereka bekerja untuk kesejahteraan rakyatnya. Pada hal semua itu adalah BOHONG semata. Kenyataannya keadilan, kesejahteraan dan kenyamanan dalam kehidupan tak pernah terwujud. Begitulah ketika bangsa dipenuhi dengan kebohongan.

***

Kemarin kita dikejutkan dengan pengakuan seorang anak bangsa yang tunanetra yaitu Eko Ramaditya Adikara “Sang Pencipta Palsu” beberapa musik games buatan Nintendo. Dia mengakui apa yang dilakukannya adalah bohong. “Saya mulai sadar apa yang saya lakukan salah dan saya ingat orang tua dan teman yang membuat semakin berat melakukan pengakuan bahwa saya berbohong,”.(Republika Online)

Yang dilakukan Rama memang salah besar tapi keberaniannya untuk mengakui kebohongannya menghilangkan kesalahannya yang besar dan inilah ‘karya nyata’ Rama yang sebenarnya. Karena tidak banyak orang yang berani berkata jujur. Sulit untuk hidup dalam kejujuran. Tapi bukan tidak mungkin –diawali dari kejujuran seorang Rama yang tunanetra, dunia akan dipenuh oleh KEJUJURAN. Kejujuran adalah musuh besar kemunafikan. Rama terbukti telah melawan kemunafikan yang ada dalam dirinya, sekarang giliran kita untuk melawannya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s