MENEGASKAN ADANYA PENCIPTA (1)

Oleh: Abu Azkiya

Keberadaan kita dan alam ini telah melahirkan pertanyaan cukup penting:Siapakah kita? Sedang apa? Untuk apa? Dari mana? Dan mau ke mana?

Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, secara garis besar manusia terbagi kepada dua golongan: kelompok pertama meyakini bahwa dirinya ada yang menciptakan dan mempunyai peran yang berarti, dan kelompok kedua meyakini bahwa dirinya adalah tidak diciptakan. Golongan kedua ini menegaskan:

وَقَالُوامَاهِيَإِلَّاحَيَاتُنَاالدُّنْيَانَمُوتُوَنَحْيَاوَمَايُهْلِكُنَاإِلَّاالدَّهْرُوَمَالَهُمْبِذَلِكَمِنْعِلْمٍإِنْهُمْإِلَّايَظُنُّونَ

Dan mereka berkata: “Kehidupan Ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. Al-Jatsiyah – 45: 24)

Imam Ibnu Katsir mengatakan: “Allah Ta’ala mengabarkan tentang ucapan orang-orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan dari orang-orang kafir dan yang semisal dengannya. Mereka mengingkari keberadaan hari pembalasan. Ketika suatu kaum mati, maka kaum yang lainnya akan hidup, oleh karena itu tidak akan ada hari pembalasan dan tidak akan pernah terjadi kiamat. Senada dengan ucapan orab Arab waktu itu adalah ahli filsafat ketuhanan. Mereka mengingkari adanya permulaan makhluk dan pengembaliannya. Bersama para filosof atheis,orang Jahiliyyah mengingkari adanya Pencipta. Mereka meyakini bahwa di setiap ribuan tahun tertentu akan terjadi pengulangan sesuatu terhadap tempatnya semula.”

“Berkata orang-orang yang mengingkari akan hari kebangkitan: ‘Kehidupan Ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa’. Sesungguhnya kehidupan ini adalah berputar dan berjalan dalam pergantian malam dan siang. Bila orang-orang meninggal dunia, maka akanada manusia lain yang hidup. Oleh karena itu yang sudah meninggal tidak akan kembali kepada Allah, dan tidak akan ada pembalasan terhadap perbuatannya”, demikian penafsiran Imam al-Sa’di.

Seperti itulah tanggapan dan keyakinan orang-orang yang mengingkari adanya Pencipta. Mereka berpendirian bahwa mereka jadi dengan sendirinya. Alam ada adalah karena tercipta begitu saja. Tidak ada yang menciptakan.Ketika satu spesies punah maka akan digantikan oleh spesies baru. Pergantian ini terus menerus untuk masa yang tak terhingga. Dengan demikian, mereka berkesimpulan bahwa yang mendatangkan dan meniadakan dalam kehidupan ini termasuk dengan diri mereka sendiri adalah masa atau waktu.

Bila benar apa yang mereka yakini tersebut, maka kita harus menguji dengan berbagai fakta yang ada. Berbicara waktu maka kita akan bertemu dengan batasan masa. Satu hari ke bawah itu adalah 24 jam yang terdiri dari 60 menit di setiap jamnya, dan 60 detik untuk setiap menitnya. Satu hari ke atas itu adalah bila berjumlah 7 hari akan menjadi satu minggu. Empat minggu dijumlahkan dapat kita sebut satu bulan. Jumlah dua belas bulan dikenal dengan satu tahun. Puluhan dan ratusan tahun akan ada sebutan abad dan seterusnya.

Meminjam ilmu astronomi, jelas sekali bahwa hitungan waktu dalam hari, baik ke atas maupun ke bawah, hanya berlaku untuk di bumi. Hitungan tersebut tidak berlaku untuk planet-planet yang mengelilingi matahari, apalagi bagi benda-benda angkasa lainnya yang ada di luar kelompok matahari dan di luar galaksi Bima sakti. Adanya siang dan malam seperti kita alami sehari-hari hanya di bumi. Adanya perputaran siang dan malam adalah disebabkan perputaran matahari, bumi dan bulan dalam orbitnya masing-masing. Siang dan malam di planet lain tentu tidak sama dan tidak sebaik di bumi kita ini. Kenapa hanya di bumi? Karena di bumi inilah ada makhluk yang bernama manusia.

Al-Qur`an menyatakan:

وَلَقَدْمَكَّنَّاكُمْفِيالْأَرْضِوَجَعَلْنَالَكُمْفِيهَامَعَايِشَقَلِيلًامَاتَشْكُرُونَ

Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur (QS. Al-Araf, 10)

Imam al-Sa’di menafsirkan: “Alla Ta’ala berfirman mengenai pemberian anugrah terhadap hamba-hamba-Nya berupa tempat tinggal dan sumber penghidupan: ‘Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi’, yaitu Kami mempersiapkan bumi bagi kalian sehingga kalian bisa mendiaminya dengan mendirikan bangunan di atasnya, mengolahnya dan berbagai manfaat lainnya dari bumi. ‘Dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan’, yaitu dari apa yang dihasilkan dari pepohonan dan tumbuh-tumbuhan, barang tambang, perindustrian dan perniagaan. Maka sesungguhnya Ia-lah yang mempersiapkan bumi itu, dan Ia pula yang menundukkan sebab-sebabnya”.

Keberadaan waktu dalam kehidupan kita di dunia ini jelas tidak sama. Satu hari semalam kita sama dengan ukuran 24 jam adalah tidak sama sehari semalam di planet lain semisal Merkurius dan Mars yang sama-sama mengelilingi Matahari di Galaksi Bimasakti. Terlalu jauh ke luar angkasa di gugusan bintang lainnya di luar Bimasakti, di dalam bumi saja terdapat perbedaan waktu yang mendasar.Antara daerah di bumi yang tersinari matahari secara normal karena terletak di garis Khatulistiwa dengan daerah yang tidak dilalui matahari secara normal semisal daerah kutub jelas terdapat perbedaan. Ketidak samaan ini berakibat kepada kehidupan yang tidak sama. Spesies, iklim, kehidupan dan interaksi di dalamnya tidak sama. Masing-masing mempunyai sistem tersendiri dan berjalan dengan rapi.

Kerapihan yang ada di alam raya ini sungguh menakjubkan kita semua. Sampai-sampai ketika menikmatinya, kita lupa dengan keberadaan diri ini. Namun, sebagai orang yang mempunyai pikiran, sesekali muncul pertanyaan dalam diri kita yang menelisik. Lagi-lagi, siapakah kita? Di manakah kita ini? Untuk apakah di dunia ini? Dan lantas akan ke mana? Apakah seperti pendapat di atas bahwa alam ini ada dengan sendirinya? Kemudian akan memperbaharui dan terus memperbaharui tanpa ada kesudahan?

Menebak-nebak adalah bukan tempatnya dalam menjawab permasalah-permasalahan tersebut. Karena sampai hari ini telah ditemukan berbagai penemuan para ahli yang menjelaskan keberadaan kita dan alam ini. Para ilmuwan telah menyingkap berbagai tabir misteri kehidupan. Harun Yahya mengungkapkan:

Pada tahun 1929, di observatorium Mount Wilson California, ahli astronomi Amerika, Edwin Hubble membuat salah satu penemuan terbesar di sepanjang sejarah astronomi. Ketika mengamati bintang-bintang dengan teleskop raksasa, ia menemukan bahwa mereka memancarkan cahaya merah sesuai dengan jaraknya. Hal ini berarti bahwa bintang-bintang ini “bergerak menjauhi” kita. Sebab, menurut hukum fisika yang diketahui, spektrum dari sumber cahaya yang sedang bergerak mendekati pengamat cenderung ke warna ungu, sedangkan yang menjauhi pengamat cenderung ke warna merah. Selama pengamatan oleh Hubble, cahaya dari bintang-bintang cenderung ke warna merah. Ini berarti bahwa bintang-bintang ini terus-menerus bergerak menjauhi kita.

Apa arti dari mengembangnya alam semesta? Mengembangnya alam semesta berarti bahwa jika alam semesta dapat bergerak mundur ke masa lampau, maka ia akan terbukti berasal dari satu titik tunggal. Perhitungan menunjukkan bahwa ‘titik tunggal’ ini yang berisi semua materi alam semesta haruslah memiliki ‘volume nol’, dan ‘kepadatan tak hingga’. Alam semesta telah terbentuk melalui ledakan titik tunggal bervolume nol ini.

Ledakan raksasa yang menandai permulaan alam semesta ini dinamakan ‘Big Bang’, dan teorinya dikenal dengan nama tersebut. Perlu dikemukakan bahwa ‘volume nol’ merupakan pernyataan teoritis yang digunakan untuk memudahkan pemahaman. Ilmu pengetahuan dapat mendefinisikan konsep ‘ketiadaan’, yang berada di luar batas pemahaman manusia, hanya dengan menyatakannya sebagai ‘titik bervolume nol’. Sebenarnya, ‘sebuah titik tak bervolume’ berarti ‘ketiadaan’. Demikianlah alam semesta muncul menjadi ada dari ketiadaan. Dengan kata lain, ia telah diciptakan. Fakta bahwa alam ini diciptakan, yang baru ditemukan fisika modern pada abad 20, telah dinyatakan dalam Alqur’an 14 abad lampau: “Dia Pencipta langit dan bumi” (QS. Al-An’aam, 6: 101)

Pada tahun 1948, Gerge Gamov mengatakan bahwa setelah pembentukan alam semesta melalui ledakan raksasa, sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ini haruslah ada di alam. Selain itu, radiasi ini haruslah tersebar merata di segenap penjuru alam semesta. Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penziaz dan Robert Wilson menemukan gelombang ini tanpa sengaja. Radiasi ini, yang disebut ‘radiasi latar kosmis’, tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, akan tetapi meliputi keseluruhan ruang angkasa. Demikianlah, diketahui bahwa radiasi ini adalah sisa radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa Big Bang.

Pada tahun 1989, NASA mengirimkan satelit Cosmic Background Explorer. COBE ke ruang angkasa untuk melakukan penelitian tentang radiasi latar kosmis. Hanya perlu 8 menit bagi COBE untuk membuktikan perhitungan Penziaz dan Wilson. COBE telah menemukan sisa ledakan raksasa yang telah terjadi di awal pembentukan alam semesta. Dinyatakan sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang masa, penemuan ini dengan jelas membuktikan teori Big Bang.

Menyimak pemaparan Harun Yahya mengenai penemuan para ahli tentang teori Big Bang maka kita akan teringat kepada firman Allah subhanahu wata’ala dalam al-Qur`an:

أَوَلَمْيَرَالَّذِينَكَفَرُواأَنَّالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضَكَانَتَارَتْقًافَفَتَقْنَاهُمَاوَجَعَلْنَامِنَالْمَاءِكُلَّشَيْءٍحَيٍّأَفَلَايُؤْمِنُونَ

Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS. Al-Anbiya: 30)

Ibnu Katsir mengatakan: “Keadaannya bersatu, tersambung antara sebagai yang satu dengan yang lainnya, saling melekat dan menumpuk. Sebagiannya berada di atas sebagian yang lain pada awalnya. Kemudian Allah memisahkan yang satu dengan yang lainnya. Maka jadilah langit itu tujuh lapis dan bumi pun demikian. Untuk selanjutnya Allah memisahkan antara langit dunia dan bumi dengan udara”.

Penjelasan al-Qur`an yang terbukti dengan ilmu pengetahuan menunjukkan kepada kita bahwa alam ini ternyata berangkat dari sesuatu yang padu, terpecah dan kemudian terus mengalami pengembangan. Fakta ini menunjukkan kepada kita bahwa alam ini ada karena diadakan, dan pada saatnya nanti akan mengalami kehancuran. Bila ada keyakinan bahwa kita hidup dan mati di dunia ini adalah ditentukan oleh waktu, bukan oleh Pencipta waktu, maka harus dicatat bahwa waktu itu sendiri akan hancur. Dengan demikian anggapan kita hidup dan mati adalah karena waktu merupakan sesuatu yang dipaksakan.

Bila keyakinan seperti itu muncul dari ketidak tahuan, maka ketika menemukan pembuktian yang meluruskan ketidak tahuannya, ia akan menerima dengan lapang dada. Lain halnya bila keyakinan itu muncul dari kepercayaan yang menyimpang dan tidak mau menerima kebenaran. Bukti apa pun tidak akan berharga bagi orang-orang yang inkar, bahkan sampai ia meninggal dunia.

تَبَارَكَالَّذِيبِيَدِهِالْمُلْكُوَهُوَعَلَىكُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ (1) الَّذِيخَلَقَالْمَوْتَوَالْحَيَاةَلِيَبْلُوَكُمْأَيُّكُمْأَحْسَنُعَمَلًاوَهُوَالْعَزِيزُالْغَفُورُ (2) الَّذِيخَلَقَسَبْعَسَمَوَاتٍطِبَاقًامَاتَرَىفِيخَلْقِالرَّحْمَنِمِنْتَفَاوُتٍفَارْجِعِالْبَصَرَهَلْتَرَىمِنْفُطُورٍ (3) ثُمَّارْجِعِالْبَصَرَكَرَّتَيْنِيَنْقَلِبْإِلَيْكَالْبَصَرُخَاسِئًاوَهُوَحَسِيرٌ (4)

Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu Lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam Keadaan payah. (QS. Al-Mulk: 1-4). Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s