DI KP. CIMAREME TENGAH GARUT TANAH RETAK, 645 JIWA NGUNGSI

Pakenjeng Garut, (29/9). Sejak terjadi retakan tanah di Kp. Cimareme Tengah, Desa Tegalgede, Kec. Pakenjeng, Kab. Garut, 13 September lalu, hingga kini gerakan tanah di daerah tersebut terus terjadi setiap hari. Hal ini mengakibatkan lokasi retakan tanah terus bertambah, begitu juga jumlah pengungsi.

Kepala Desa Tegalgede, Yuhana menyebutkan, jumlah kepala keluarga (KK) yang terancam akibat terjadinya retakan tanah di daerah tersebut, saat ini sudah mencapai 239 KK atau 645 jiwa. Dari jumlah tersebut, saat ini 72 KK di antaranya yang terdiri atas 240 jiwa sudah mengungsi ke tenda-tenda yang telah disediakan. Jumlah tenda pengungsian sendiri saat ini hanya 8 unit.

Dikatakan, tenda I dihuni dua KK (11 jiwa), tenda II dihuni 10 KK (34 jiwa), tenda III dihuni 6 KK (16 jiwa), tenda IV dihuni 3 KK (12 jiwa), tenda V dihuni 8 KK (28 jiwa), tenda VI dihuni 35 KK (136 jiwa), tenda VII dihuni 7 KK (28 jiwa), dan tenda VIII dihuni 3 KK (11 jiwa).

Diakuinya, jumlah tenda yang hanya 8 unit membuat para pengungsi berdesak-desakan. “Delapan tenda tentu saja sangat kurang dibanding jumlah pengungsi yang banyak. Para pengungsi terpaksa berdesakan di dalam tenda,” ujar Yuhana saat ditemui di lokasi pengungsian, Selasa (28/9).

Dikatakan, akibat keterbatasan tenda, masih ada warga yang bertahan di rumah meski dihantui rasa waswas. Adapun jumlah tenda yang diperlukan untuk bisa menampung pengungsi, diperkirakan mencapai 30 unit lagi.

Para pengungsi ini, lanjutnya, merupakan warga dari dua RW, yaitu RW 08 dan RW 09, Kp. Cimareme Tengah dengan lima RT. Tak menutup kemungkinan, jumlah pengungsi akan bertambah mengingat lokasi retakan tanah pun masih terjadi setiap harinya, terutama setelah hujan turun.

60 rusak berat

Yuhana menambahkan, dampak dari musibah tersebut tercatat 60 rumah warga rusak berat. Sedangkan 180 unit rusak ringan dan rumah yang terancam jumlahnya jauh lebih banyak.

Yuhana mengakui, warga yang bermukim di Cimareme Tengah merupakan relokasi dari Kp. Cikajar, ketika pada 2004 lalu mengalami retakan tanah. Pada saat itu, lokasi retakan tanah di Cikajar dinyatakan tidak layak huni dan sebanyak 342 KK direlokasi ke tempat yang dianggap aman, yaitu Cimareme Tengah.

“Tapi ternyata tempat relokasi juga tidak aman dari retakan tanah. Warga yang semula menjadi korban retakan tanah, juga menjadi trauma kembali karena harus mendiami tanah rawan bencana,” tuturnya.

Sumber:

http://www.garutkab.go.id/pub/news/plain/5086-di-kp-cimareme-tengah-garut-tanah-retak-645-jiwa-ngungsi.html

2 thoughts on “DI KP. CIMAREME TENGAH GARUT TANAH RETAK, 645 JIWA NGUNGSI

  1. Pingback: HEADLINE NEWS « PEMUDA PERSIS GARUT

  2. Pingback: Page not found « PEMUDA PERSIS GARUT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s