ANEH, PKS MINTA AHMADIYAH DILINDUNGI

 

PKS-Ahmadiyyah, foto ref: voa-islam.com

 

JAKARTA (voa-islam.com) – Pernyataan Menteri Agama RI Suryadarma Ali tentang rencana pembubaran Ahmadiyah beberapa waktu lalu mendapat dukungan dari umat Islam. Anehnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) justru mendesak pemerintah untuk melindungi Ahmadiyah.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendesak pemerintah tak ragu membubarkan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang sudah divonis sesat oleh MUI dan konsensus ulama seluruh dunia.

“Pemerintah tak perlu khawatir dengan tekanan pihak luar. Ormas-ormas Islam siap mendukung,” kata Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, di Jakarta, Kamis (7/10/2010).

Jika pemerintah tak bersedia melakukan pembubaran, ujar dia, akan melukai perasaan 80 persen Muslim di Indonesia. Selain itu, membiarkan Ahmadiyah ia anggap sama saja dengan membiarkan terjadinya konflik. Ia mengungkapkan, keraguan pemerintah membubarkan Ahmadiyah selama ini disinyalir karena adanya tekanan internasional.

Terutama, kata Yunahar, dari Inggris dan sekutunya yang menjadi pusat kegiatan Ahmadiyah. Dengan dalih kebebasan beragama dan hak asasi manusia, kekuatan tersebut hendak menyudutkan dan merusak citra Islam. Padahal, persoalan Ahmadiyah tak ada kaitannya dengan pengekangan hak menjalankan ibadah.

Yunahar mengatakan, kebebasan tak pernah dilarang di Indonesia. Buktinya, agama-agama selain Islam seperti  Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghuchu bebas melakukan aktivitasnya. Menurut dia, inti masalahnya Ahmadiyah telah melakukan penodaan terhadap agama.

Mereka telah menyimpang dari prinsip-prinsip ajaran Islam, terutama konsep kenabian dan kitab suci. Oleh karena itu, Yunahar menegaskan bahwa solusinya hanya dua, yaitu JAI keluar dari Islam dan dibubarkan. Meski ia mengungkapkan, JAI pasti dengan percaya diri menolak alternatif-alternatif tersebut.

Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Ali Mustafa Yaqub, mengungkapkan bahwa umat Islam menunggu ketegasan pemerintah. Ia pun berharap pemerintah tak ragu membubarkan Ahmadiyah. Itu pasti akan memperoleh dukungan ormas Islam. “Jika ada ormas Islam yang tak mendukung, perlu dipertanyakan,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah terkesan lambat melangkah untuk membubarkan JAI. Ia tak tahu apa penyebabnya. Padahal, mestinya pemerintah bisa secepatnya bertindak.

“Kita menunggu sekali pernyataan menteri agama agar Ahmadiyah dibubarkan menjadi kenyataan.” Pungkasnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin, menilai keberadaan JAI dan aktivitasnya yang dibiarkan saja akan terus memicu konflik. Mereka sudah melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang Ahmadiyah yang meminta mereka tak meneruskan kegiatannya.

Apalagi, mereka juga  telah dinyatakan sesat oleh mayoritas ulama di seluruh dunia. Ma’ruf menyatakan tawaran dialog tak akan membuahkan hasil selama JAI bersikukuh terhadap keyakinannya. Apabila mereka beranggapan persoalan yang muncul akibat salah persepsi terhadap konsep dakwah mereka, itu tak benar.

Ulama sedunia sepakat konsep kenabian dan kitab suci yang mereka usung telah keluar dari Islam sehingga tak ada lagi perbedaan dan salah tafsir, tapi murni penyimpangan agama. Pembubaran JAI adalah solusi terbaik. Kecuali JAI mau kembali ke prinsip-prinsip ajaran agama Islam yang benar.

Pemerintah, melalui menteri agama, menteri dalam negeri, dan jaksa agung mestinya segera membubarkan Ahmadiyah. Pembubaran serupa, tutur Ma’ruf, pernah dilakukan terhadap jamaah Al-Qiyadah Al-Islamiyah.

Bela Ahmadiyah, PKS Dipertanyakan Keislamannya

Berbeda dengan mayoritas umat dan ulama Islam yang mendesak pembubaran Ahmadiyah, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) justru meminta pemerintah untuk melindungi sekte Ahmadiyah. Menurut PKS, negara perlu melindungi sekte atau aliran yang ada di Indonesia, termasuk Jemaah Ahmadiyah.

Hal tersebut diutarakan Sekjen PKS Anis Matta kepada inilah.com, usai membuka acara Musyawarah Wilayah (Muswil) II DPW PKS Sulsel di Ballroom Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Sabtu (2/10/2010).

Menurut Anis, terkait soal Ahmadiyah yang tak pernah selesai ini, diperlukan payung hukum yang jelas oleh pemerintah. Pemerintah harus melindungi dan memberikan hak hidup bagi Ahmadiyah sebagai sekte.

“Kekerasan harus dicegah, memang perbedaan kadang membuat kita berkonflik, kalau hanya melakukan dan memikirkan itu saja kita tidak bisa maju sebagai bangsa yang besar yang memiliki banyak perbedaan,” ujar Anis.

Ia menambahkan, mengenai penanganan pengamanan di beberapa lokasi konflik yang terjadi akhir-akhir ini, ia menyayangkan kesigapan aparat keamanan yang telah lalai menjalankan tugasnya. Sebab, lanjutnya ada konflik yang mestinya tak perlu terjadi karena dan bisa dicegah.

Sikap umat Islam sudah sangat jelas: Menteri Agama RI, Majelis Ulama Indonesis (MUI), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan ormas-ormas Islam menginginkan pembubaran Ahmadiyah secepatnya. Tapi PKS justru mendesak pemerintah supaya melindungi Ahmadiyah.

Walhasil, mari kita renungkan petuah KH Ali Mustafa Ya’qub. Menurut ulama pakar hadits nasional yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal ini, umat Islam yang tak mendukung pembubaran Ahmadiyah, perlu dipertanyakan (keislamannya?). [taz/inilah, republika]

9 thoughts on “ANEH, PKS MINTA AHMADIYAH DILINDUNGI

  1. Pingback: HEADLINE NEWS « PEMUDA PERSIS GARUT

  2. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendesak pemerintah tak ragu membubarkan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang sudah divonis sesat oleh MUI dan konsensus ulama seluruh dunia. “Pemerintah tak perlu khawatir dengan tekanan pihak luar. Ormas-ormas Islam siap mendukung,” kata Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, di Jakarta, Kamis (7/10/2010).

    Pemerintah harus menegakkan Konstitusi (UUD1945) yang menjamin Kebebasan Beragama & HAM. Pemerintah jangan menghiraukan desakan Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas, MUI, ormas-ormas Islam di Indonesia atau pun ulama-ulama seluruh dunia. Saya khawatir Indonesia akan seperti Pakistan karena telah menganiaya para penganut Islam Ahmadiyah, coba browse website berikut ini:
    http://english.aljazeera.net/photo_galleries/centralsasia/201089161838709557.html
    http://edition.cnn.com/interactive/2010/08/world/gallery.large.pakistan.flood/aug.24.html?hpt=T1
    http://english.aljazeera.net/photo_galleries/centralsasia/20108371023189527.html
    http://edition.cnn.com/2010/WORLD/asiapcf/08/26/pakistan.floods/index.html?hpt=T1#fbid=NOhJH-7R9ZA&wom=false
    http://english.aljazeera.net/focus/floodofmisery/

  3. Beda konteksnya bung!, simple saja, jika Ahmadiyyah ingin hidup di Indonesia, ya akui saja bahwa mereka bukan bagian dari Islam (karena berbeda dasar aqidahnya) jangan sembunyi-sembunyi. Ajukan ke MA untuk dilegalisasi sebagai agama baru di Indonesia seperti yang dilakukan Konghucu di zaman gus dur.

    Dan bung Kedunghalang ini menampilkan link-link di aljazeera dan CNN tentang banjir bandang Pakistan yang menimpa negeri ini, tidak ada kausalitas dengan perlakuan mereka terhadap aliran tertentu di negeri itu. Dan jika mau beralasan kausalitas, banjir bandang di Pakistan lebih disebabkan oleh ekses mega proyek Amerika di negeri itu, berupa eksporasi minyak serta investasi industri persenjataannya (termasuk senjata biologis yang pernah Amerika terapkan di Guatemala).

    Ahmadiyyah seharusnya mencontoh advokasi moniritas muslim di negeri Eropa, meski kebanyakan belum berhasil dan mungkin tidak akan pernah berhasil, namun mereka melakukannya dengan jujur, tanpa muslihat, unlike Ahmadiyyah di negeri ini!

    • (1) Ahmadiyah sudah ada di Indonesia sejak 1925, dan Jemaat Ahmadiyah Indonesia sudah legal di Indonesia sejak 1953 berdasarkan Penetapan Menteri Kehakiman ttgl. 13 Maret 1953 No.J.A5/23/13 dan termuat dalam Tambahan Berita Negara RI tgl. 31 Maret 1953 Nr.26. WR Supratman (Pencipta Lagu Kebangsaan NKRI) dan Arief Rahman Hakim (Pahlawan Ampera) adalah anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Sudahkah informasi tersebut sampai kepada bung Qumran? Inikah yang disebut sembunyi-sembunyi?

      (2) Bencana banjir di Pakistan yang menelan korban tewas 1.600 orang ditambah 20 juta orang terkena dampak negatifnya merupakan azab Ilahi kepada negara dan masyarakat Pakistan yang telah menolak nikmat Allah (QS An-Nisa 4:70 & Al Maidah 5:21) yaitu Utusan Tuhan (Imam Mahdi & Masih Mau’ud as yang kedatangannya telah dinubuwwatkan oleh Nabi Muhammad saw) dan menganiaya para pengikutnya dengan ordonansi untuk melegalkan penganiayaan secara fisik. Bencana banjir ini terjadi tidak lama setelah dua masjid yang dibangun Jemaat Ahmadiyah di Lahore diserang kelompok Taliban pada 28 Mei 2010 yang mengakibatkan 86 Ahmadi syahid, sementara pemerintah Pakistan melakukan pembiaran. Secara tehnis kausalitas teori lingkungan, penjelasan bung Qumran tentang bencana banjir ini mungkin benar, tetapi secara Agama Islam, bung Qumran boleh periksa dengan seksama, QS Bani Israil 17:16 atau QS Ibrahim 14:8.

      (3) Advokasi/Dakwah Jemaat Ahmadiyah, yang didirikan oleh Imam Mahdi & Masih Mau’ud as atas perintah Allah Ta’ala, tentunya sejalan dengan ajaran Islam, yaitu “menyeru manusia kepada jalan Tuhan dengan hikmah dan nasihat yang baik, dan bertukar-pikiran dengan cara sebaik-baiknya, karena sesungguhnya Tuhan Yang Maha Mengetahui siapa yang telah tersesat dari jalan-Nya; dan Dia Maha Mengetahui siapa yang mendapat petunjuk” (QS An-Nahl 16:126). Tetapi MUI dan ormas-ormas Islam lainnya menolak mengikuti tata-cara yang diajarkan Allah Ta’ala dalam ayat suci tersebut, malahan mengeluarkan fatwa yang meniru ordonansi pemerintah Pakistan yaitu “Ahmadiyah diluar Islam, sesat dan menyesatkan” yang artinya MUI abuses God’s authority. Hopefully, the above explanation is understandable to all muslimin in Indonesia, particularly you bung Qumran.

  4. 1. Anda tidak mengucap salam pada tulisan pertama kali, dan saya kira itu cukup membuktikan bahwa kita penganut dua keyakinan dasar yang berbeda.
    2. Benar bahwa Ahmadiyyah telah disahkan pada tahun 1953 melalui SK Menteri Kehakiman RI No. JA 5/23/13 Tgl. 13-3-1953. Namun dalam perkembangannya Atas nama Pemerintah Indonesia, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung pada tanggal 9 Juni 2008 telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama, yang memerintahkan kepada penganut Ahmadiyah untuk menghentikan kegiatannya yang bertentangan dengan Islam. Hukum terbaru mengikat sekaligus menghapus hukum lama bukan?
    3. QS. An-Nisa, 70 berbunyi, “Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah yang mengetahui.”. Apakah yang dimaksud ‘yang demikian’ itu? Al-Quran menafsirkannya sendiri pada ayat sebelumnya (An-Nisa, 69), “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” Sedangkan QS. Al-Maidah, ayat 21 berbunyi, “Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.” Ayat ini berkenaan dengan ungkapan Nabi Musa pada ayat sebelumnya (Al-Maidah, 20), yang berbunyi, “”Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi diantaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain”. Sedangkan QS Al-Nahl 126 berbunyi, “Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar”.
    Saya harap, jika anda seorang muslim yang taat, baca kembali tafsir mu’tabar mengenai ayat-ayat di atas, supaya jelas apa yang dimaksud dan agar tidak terjadi ikhtilaful juhala.
    Ada banyak distorsi pemberitaan mengenai ‘siapa bantai siapa’ di Pakistan, namun yang jelas pihak asing –dalam hal ini Amerika dan Inggris, mendapat keuntungan dari konflik berkepankangan ini. Thaliban, Syi’ah, dan Ahmadiyyah sedang diadudombakan dan kita hanya sekedar bergantung pada pemberitaan hegemonis dari luar. Seperti informasi jama’ah Ahmadiyyah yang membantai bis orang-orang suni dari mahasiswa kedokteran di Pakistan, apakah informasi itu sampai pada anda?
    Dan musibah itu, merupakan peringatan pada siapapun yang mengaku muslim namun masih jauh dari kenyataan ideal Al-Quran dan Sunnah.
    4. Anda mengatakan ‘utusan tuhan’, apa yang dimaksud utusan tuhan itu?, sebaiknya agar terjadi pemahaman yang baik mengenai persoalan dasar ini, saya sarankan untuk membaca sebuah tesis yang komprehensif mengenai dasar pokok aqidah Ahmadiyyah, silahkan download di https://pemudapersisgarut.wordpress.com/quran-hadis-online/download/ di poin nomor 5. Sebab terlalu penjang jika harus diuraikan di sini.
    5. Jika Ahmadiyyah masih bersikeras mengatakan bahwa Al-Masih Al-Mau’udz adalah Mirza Ghulam Ahmad bukan Nabi Isa as karena Nabi Isa as dianggap telah meninggal dan Mahdi Al-Muntadhar adalah Mirza Gulam Ahmad –pengarang Kitab Tadzkirah yang ia anggap sederajat dengan Al-Quran (lihat Tazkirah hal. 163), tentu saja anda semua harus berlegowo untuk mengatakan bahwa Ahmadiyyah is not Islam. Sebab jika sekedar doktrin Mujaddid, kami juga meyakini keberadaan Mahdi Al-Muntadhar, namun ia tidak pernah diberi wahyu sebagaimana diklaim oleh Mirza Ghulam Ahmad (lihat H.S. Yahya Pontoh, Memperbaiki Suatu Kesalahan, Bandung: Jemaah Ahmadiyah Indonesia, 1993 hlm. 3-8).
    6. Saya kira, diskusi kita cukup sampai di sini. Semoga Allah SWT membimbing kita semua yang rindu pada jalan yang lurus (al-mustaqiem), jalannya orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah (QS. Al-Nisa, 69). Orang-orang beruntung ini beriqtidha (bercontoh) pada mereka, bukannya mencontoh pada Al-Maghdub (Yahudi) dan Al-Dhallin (Nashrani). Wallah almuwaffiq ilaa aqwam al-thariq

  5. Qumran says:
    October 10, 2010 at 1:49 pm
    “6. Saya kira, diskusi kita cukup sampai di sini.”

    Karena Anda mengira bahwa diskusi kita cukup sampai di sini dan saya adalah anggota Jemaat Islam Ahmadiyah yang senantiasa berusaha menta’ati perintah Allah Ta’ala dan Nabi Muhammad Rasulullah saw, khususnya ayat “tidak ada paksaan dalam beragama” (QS Al Baqarah), maka saya pun tidak akan memaksa Anda untuk meneruskan diskusi ini.

    Wa’akhiruda’wana anil hamdulillahi robbil’alamin.
    Wassalamu’alaikum.

  6. Inilah sikap pragmatis, mengetahui bahwa Ahmadiyah banyak pengikutnya, dijadikan bahan untuk memperoleh dukungan pada pemilu nanti. prinsipnya, asalkan banyak jamaahnya itulah yang didukung..

    Beginilah jika menjadi partai terbuka, memakai segala cara yang (di-)”halal”(kan) oleh partai.

  7. bertobatlah pengikut ahmadiyah. kemana otak kalian, sudah di dokrin y, mengaku islam, tapi akidah berbeda, masih ada aja orang yang mengakui nabi baru, masa nabi di poto, udah modern kali…

    anehhhhh

  8. bukan anggota ahmadyah dianggap kafir/najis..cukup manjadi alasan buat saya bahwa ahmadiyah…bukan islam
    karena nabi SAW mengajarkan trhadap kaum kafir aja kita masih bisa bermuamalah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s