JANIN 17 MINGGU TERSENYUM LEBAR

Benarlah sabda Rasulullah dalam yang tercatat dalam Shahih Bukhari, bahwa pendidikan dimulai sejak dalam buaian kandungan hingga liang lahat serta hadits lain yang mengatakan bahwa Allah meniupkan ruh pada janin dalam usia 4 (empat) bulan. Dengan sangat menakjubkan, ditemukan janin tersenyum lebar dalam usia 17 minggu atau 4 bulan 25 hari.

LONDON, KOMPAS.com — Wajah yang sedang senyum berseri-seri ini adalah foto janin mungil yang baru berusia 17 minggu. Hasil pemindaian terhadap sebuah janin dalam kandungan itu menunjukkan, janin dapat mengalami perasaan seperti kebahagiaan dan sakit lebih awal daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Hal itu lebih lanjut akan mendesak para dokter dan juru kampanye pro-life untuk menurunkan batas aborsi yang diizinkan di sejumlah negara selama ini, yaitu hingga usia 24 minggu. Mereka akan mengklaim bahwa pada tahap ini bayi yang belum lahir sudah bisa merasakan sakit dan karena itu praktik aborsi merupakan sesuatu yang tidak manusiawi.

Namun, banyak ahli berselisih tentang klaim itu, dengan mengatakan, sebuah janin secara alami terbius dan tidak sadarkan diri di dalam rahim dan tidak dapat mengalami rasa.

Profesor Stuart Campbell, yang mengambil gambar tersebut di kliniknya di London, Inggris, dengan peralatan pemindaian 3-D dan 4-D, sebagai dilansir Dailymail, Senin (11/10/2010), mengatakan, gambar itu tidak selalu menunjukkan bahwa anak yang belum lahir memiliki perasaan—tetapi itu pasti menampilkan perilaku manusia. “Ini suatu ekspresi gembira dari kemanusiaan janin. Saya telah melihat sebuah janin membuat wajah menangis pada usia sekitar 18 atau 19 minggu, tetapi bukan sebuah senyum manis. Ini adalah yang paling awal yang tercatat—hal itu hanya menyenangkan.”

Profesor Campbell, mantan kepala kebidanan dan ginekologi di King’s College dan rumah sakit St George di London, mengatakan, ia tidak tahu apa yang menyebabkan senyuman bayi itu. “Ini merupakan bagian dari rangkaian yang mencakup menguap dan membuat gerakan pernapasan dan membuka kelopak mata dan, tentu saja, membuat wajah menangis.”

Orangtua si janin, Louise dan Sam Henry, dari Swallowfield, Berkshire, mengakui bahwa mereka terpesona melihat wajah yang tersenyum itu dalam sebuah alat pemindaian rutin. Henry, 40 tahun, yang menjalankan bisnis konsultan keuangan, berkata, “Perhatian utama Anda pada tahap itu adalah bahwa Anda memiliki bayi yang sehat, tetapi melihat janin tersenyum benar-benar fantastis.”

Eric Jauniaux, profesor kebidanan dan kedokteran janin di University College London, mengatakan, “Tidak ada emosi atau perasaan pada tahap ini. Bukti tentang rasa sakit dan perasaan baru muncul pada usia 24 atau 28 minggu. Pada usia 17 minggu, koneksi antara otak dan seluruh tubuh sangat terbatas.”

Dr Yehudi Gordon, yang menjalankan klinik ginekologi swasta Viveka di London, mengatakan, “Semua pusat emosional yang pernah kita alami selama kita hidup sepenuhnya terbentuk pada saat kita dilahirkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s