BIN LADEN DAN INFORMAN KARBITAN

 

Ilustrasi : CIA

Pembayar pajak Amerika telah mengeluarkan lebih dari sekitar setengah triliun dolar untuk badan intelijen AS sejak serangan 9 / 11 , namun hampir satu dekade setelah serangan al Qaeda di New York dan Washington, masyarakat intelijen Amerika masih belum bisa menjawab pertanyaan paling dasar: di manakah Osma bin Laden? Dimana wakil puncaknya, Ayman al-Zawahiri? Dan di mana pemimpin Taliban Mullah Omar?

Teknologi penginderaan citra oleh satelit semakin dipercanggih, namun tetap saja pencarian agen ‘007’ sayap Amerika tidak sanggup memecahkan pertanyaan mendasar itu. Masyarakat AS sudah berfikir jangan-jangan, Osama bin Laden adalah tokoh fiktif yang sengaja diciptakan untuk melgitimasi serangan demi serangan eskploitatif ke negara jantungnya Minyak Dunia? Kegagalan ini seolah mengulang nihilisme pencarian senjata biologis di Iran yang ujungnya meluluhlantahkan seluruh sistem dan struktur negara itu.

Seperti dilaporkan oleh CNN pada hari Senin, para pejabat NATO percaya pemimpin Al Qaeda bersembunyi di suatu tempat di Pakistan baratlaut, sementara Mullah Omar diperkirakan orbit antara Quetta di Pakistan barat dan selatan kota pelabuhan Karachi. Kira-kira dua kali lebih besar dari California, Karachi merupakan kota 18 juta, kota ini tidak terlalu tepat untuk laki-laki di dunia yang paling dicari.

Ironinya, jika CIA dan badan-badan intelijen AS lainnya perusahaan swasta secara kronis tidak dapat menyelesaikan salah satu misi utama mereka, pemegang saham mereka akan memberontak, memecat manajemen dan saham ini akan mereka perdagangkan hingga mendekati nilai  nol. Sebaliknya, anggaran untuk badan-badan intelijen AS terus naik ke atas, dan sementara hampir satu juta orang Amerika telah memiliki izin rahasia hingga mampu melakukan aksi-aksi rahasia di luar kendali di negara-negara lain.

Dokumen-dokumen Top-Secret yang dikeluarkan badan intelejen Amerika -yang telah mengakibatkan krisis ekonomi dalam pembiayaannya- memperlihatkan data-data kurang penting dan dapat ditemukan dalam berbagai macam tulisan di internet. Isinya semacam jenis material yang pembaca biasa telah mengenalnya dalam berbagai artikel, seperti: Unsur-unsur dinas intelijen militer Pakistan yang mungkin akan mendukung Taliban!

Sedikit rahasia kotor dunia intelijen adalah bahwa banyak dari apa yang Anda benar-benar harus tahu tidak persis rahasia pula. Semisal Bin Laden mendeklarasikan perang terhadap Amerika Serikat di CNN pada tahun 1997 dan sekali lagi di ABC News setahun kemudian, dan segera Amerika membuat ancaman balik pada serangan al Qaeda.

Pada musim panas 2001, Bin Laden dan komandan puncaknya memberikan wawancara kepada Timur Tengah Broadcasting Corp, di mana mereka memberikan petunjuk tentang rencana serangan besar-besaran anti-Amerika, yang ternyata menjadi serangan 9 / 11 . Ketika Presiden George W. Bush diberitahu oleh CIA sebulan sebelum 9 / 11 ternyata terbukti merupakan skenario busuk untuk melegalisasi serangan ke Afghanistan. Sebab logiknya, sebulan adalah waktu yang cukup bagi intelegen canggih Amerika untuk menghentikan operasi teror sebelum itu semua terjadi, seperti yang dilakukan oleh murid-murid mereka di Densus 88. Namun, itu tidak terjadi!

Demikian pula hari ini, al Qaeda dan Taliban terus merilis kaset video dan produk cetak di mana mereka me-lay out sendiri doktrin,  strategi, dokumen serangan, dan taktiknya. Semua itu banyak tersedia di Internet dan dapat di unduh secara gratis di YouTube. Dengan data-data publik ini, CIA mengklaim dengan mudah mengklaim informasi rahasia yang mereka sebarkan ke seluruh dunia.

Akibatnya, hari ini CIA lebih menyerupai sebuah kantor akuntan badan mata-mata swashbuckling yang berorientasi pada aksi imajinasi.

Ini bukan kebetulan. Mempekerjakan CIA dan instansi lain di dalam komunitas intelijen merupakan warisan dari gagasan Perang Dingin, yaitu bahwa musuh negara adikuasa dengan miliaran dolar di daerah-daerah pembuangan mencoba merekrut mata-mata dan informan. Namun banyak pelamar badan intelegen hari ini, sebagaimana dilaporkan CNN, banyak yang berlatar belakang pelancong, wisatawan, dan masyarakat berduit yang sering pulang pergi ke daerah di Timur Tengah. Tentu saja, mengharapkan informasi dari intelegen karbitan bisa diterjemahkan pada dua hal. Pertama, ketidakmampuan Amerika dalam merumuskan aspek kredibilitas serta kelayakan informan mereka, dengan kata lain dalam kacamata intelegen Amerika, informasi pencuri dan pembohong dapat bernilai sama. Kedua, Amerika dengan sengaja melibatkan informan untuk menangkap informasi di depan layar yang sudah menjadi bagian dari skenario dasar Badan Intelegen Resmi, yaitu neo-imperialisme.

Peter Bergen, Analis Keamanan Nasional dari CNN mengatakan bahwa , “Anggaran harus dipotong jika CIA tidak dapat memberikan bukti bahwa pekerjaan mereka dapat menembus al Qaeda dan afiliasinya.”

Pada akhirnya, ini adalah cara yang paling lucu  jika Amerika berharap suatu hari akan menemukan bin Laden, sosok yang (bukan) imaginatif yang tidak akan secara sukarela menyerahkan diri atau ditemukan lokasinya oleh beberapa orang yang mengetahui skenario globalnya. A very ironic drama story, is a heroic efforts to find Bin Laden! (Quy dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s