SETELAH MILITER AMERIKA, MILITER IRAK IKUT SIKSA PARA TAHANANNYA

Sebuah kelompok militan yang diduga sebagai “DAT 326” ditahan oleh tentara Irak pada tanggal 7 Juli 2006 di sebuah pos pemeriksaan di kota Tarmiya, utara Baghdad. Ketika pasukan AS menginterogasi malamnya, tahanan ini menggambarkan perlakuan brutal di tangan tentara Irak berupa pelecehan. Tuduhan ini tampaknya didukung oleh temuan pemeriksaan medis.

DAT 326 menyatakan dia disuruh untuk merentangkan perutnya dengan tangan di belakang punggungnya, kemudian tentara Irak diduga melangkah, melompat, meludah, dan kencing padanya.

DAT 326 kemudian dirawat di Klinik Cobra. Cedera yang dialami termasuk penglihatannya kabur, pendengaran berkurang ditambah pendarahan di telinga kiri, memar di dahi, leher, dada, punggung, bahu, lengan, tangan, dan paha, pemotongan atas mata kiri dan pada bibir atas dan bawah, pendarahan mata, darah di rongga hidung, dan bengkak tangan / pergelangan tangan.

Karena dugaan penyiksaan dilakukan oleh pasukan Irak, AS dengan segera melempar batu sembunyi tangan, “Karena tidak ada tuduhan atau bukti keterlibatan AS, penyelidikan AS tidak dimulai,” kata laporan itu.

Sebuah penelitian terhadap dokumen yang bocor mengungkapkan lebih dari 1.000 tuduhan pelecehan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Irak. Tidak semua dari mereka adalah layak mendapatkan tuduhan, karena beberapa tahanan tidak menunjukkan bukti fisik dari kekerasan yang mereka lakukan, sementara yang lain mengubah cerita mereka selama beberapa interogasi.

Orang bisa berdebat dengan mengatakan bahwa semua kasus ini dilaporkan terjadi setelah tanggal 30 Juni 2004 – ketika Irak sekali lagi menjadi sebuah “negara berdaulat”. Namun, tentu saja, bahwa jika melihat aspek lain secara moral jelas Amerika telah gagal membangun negeri ‘demokrasi’ di Iraq. Sebagai bangsa bangunan Amerika, Irak telah menghabiskan puluhan juta dolar untuk mengembangkan penjara, pengadilan, dan “aturan hukum” di negerinya. Tetapi dokumen bocor menunjukkan hasil dari jutaan dollar ini, yaitu bahwa pasukan keamanan Irak secara rutin melanggar hak-hak paling dasar dari tahanan mereka, menyerang mereka, mengancam keluarga mereka, kadang-kadang bahkan memperkosa atau membunuh mereka.

 

foto: photius.com, seorang wanita sedang menelanjangi tahanan dan mengejeknya, "Dor!"

Perlakuan yang lebih mengerikan di expose di http://www.photius.com/rogue_nations/abu_ghraib_prison_antiwar_com.html, sebuah situs dengan jargon anti perang. Awaln tulisan menampilkan seseorang yang sedang ditutup matanya dengan tangan berkabelkan listrik. It’s the “liberation” of the Iraqi people – and it isn’t pretty….” (Inikah pembebasan rakyat Irak -dan ini tidak lucu…)

 

foto: photius.com

The Army has photographs that show a detainee with wires attached to his genitals. Another shows a dog attacking an Iraqi prisoner (Tentara memiliki foto yang menunjukkan seorang tawanan dengan kabel yang terhubung ke alat vitalnya. Gambar lain menunjukkan “serangan” seperti yang dilakukan oleh anjing terhadap tahanan Irak)

Istilah tepat untuk Irak adalah, “Iraq was out of the cage a lion, but he went into the crocodile enclosure” (Irak memang sudah berhasil keluar dari kandang singa, namun ia justru masuk ke kandang buaya)

One thought on “SETELAH MILITER AMERIKA, MILITER IRAK IKUT SIKSA PARA TAHANANNYA

  1. Pingback: HEADLINE NEWS « PEMUDA PERSIS GARUT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s