IRAQ SECRET FILES: WANITA HAMIL DITEMBAK MILITER AS DI POS PEMERIKSAAN

Ilustrasi: aljazeera.net

Di bawah ini adalah catatan militer AS yang melaporkan kematian seorang wanita hamil yang ditembak oleh tentara yang berjaga di pos pemeriksaan saat dalam perjalanan untuk melahirkan di rumah sakit bersalin.

B/3-187 reported that a white 2X door hatchback vehicle entered the coalition forces (CF) only lane in close proximity to the OP inherently forcing soldiers manning battle positions (BPs) to increase their force protection level to safeguard personnel and equipment. B/3-187 reported that the soldiers graduated their levels of response to the threat perceived by the vehicles movement toward CF resulting in disabling shots being fired to bring the vehicle to a halt before it could reach CF positions at the BPs and within the OP.

Nabiha Jassim (35 tahun), dia dibunuh di kota Samarra, 110 km utara ibukota Irak, Baghdad. Dia sedang dilarikan ke rumah sakit oleh kakaknya, Khalid, ketika mobil mereka mendekati sebuah pos pemeriksaan militer AS dan pos pengamatan yang baru-baru ini dibentuk. Ini adalah perjalanan keluarga yang mengenaskan!.

Dokumen rahasia perang Irak mengungkapkan bahwa pasukan AS yang berjaga di pos pemeriksaan percaya bahwa mobil Nabiha itu menjadi ancaman. Sewaktu kendaraan yang membawa keluarga itu mendekati pos pemeriksaan, para tentara kemudian melepaskan tembakan hanya dengan dugaan bahwa mobil itu terlihat ‘mengancam’.

Nabiha tewas dalam hujan peluru yang merobek mobil, menghancurkan kaca depan dan meninggalkan Khalid terpotong-potong. Sepupunya, Saliha Hassan, 57, juga ditembak mati dalam insiden tersebut. Kejadian memilukan ini mengakibatkan jalan berlumuran darah dan pecahan kaca.

Jenazah Nabiha dilarikan ke rumah sakit dalam upaya untuk menyelamatkan bayinya, namun anak yang belum lahir itu meninggal dalam rahim sang Ibu.

A Mistake Was Made (Kesalahan Itu Sengaja Dibuat)

Kisahnya hanyalah salah satu dari ratusan tragedi manusia yang masuk dalam daftar tragedi perang Irak. ‘Katalog’ sadis ini mengungkapkan bahwa selama konflik, hampir 700 warga sipil tewas di lebih dari 14000 insiden kekerasan terjadi di pos pemeriksaan militer AS.

Eskalasi kekuatan yang disebut kecelakaan ini terus berulang dan hampir tanpa evaluasi yang memadai. Insiden ini sama berulangnya dengan respon dari pihak militer AS yang mengatakan bahwa itu merupakan pengorbanan yang tidak dapat dielakkan dalam rangka menciptakan perdamaian ‘ala Demokrasi Amerika di Irak. Seolah tidak cukup dengan apologi di atas, mereka mengatakan bahwa kecelakaan yang dialami Nabiha terjadi karena mobil telah memasuki area ‘terlarang’ ketika peluru-peluru itu ditembakkan.

Catatan perang tidak menunjukkan ada peringatan terlebih dahulu terhadap keluarga yang ada dalam keadaan darurat ini. “Saya mengendarai mobil saya di kecepatan penuh karena saya tidak melihat tanda-tanda atau peringatan dari orang Amerika itu. Tidak ada peringatan sampai mereka menembak dua peluru yang membunuh adik dan sepupuku,” katanya kepada kantor berita Associated Press, tak lama setelah insiden tersebut terjadi.

Sebuah pernyataan singkat dikeluarkan oleh pihak berwenang militer setelah insiden terjadi, “Pasukan AS telah menewaskan dua perempuan secara tidak sengaja … ketika mereka menuju ke sebuah rumah sakit bersalin”

Mengenaskan!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s