BANGSA YANG MEMILUKAN: KEMUSYRIKAN DI TENGAH BENCANA

Di tengah pementasan ‘amarah’ Ilahi ‘Azza Wajalla, masyarakat Yogya masih melakukan upacara ruwat dengan menyembelih kambing untuk dipersembahkan pada Merapi.
Prosesi Ruwatan Maheksa Lawung ini dilakukan di perempatan Tugu, Yogyakarta, Senin (08/11) malam. Kerbau jantan yang masih perjaka mengamuk sesaat sebelum disembelih untuk sesajen Gunung Merapi. Seolah tahu bahwa mereka diciptakan bukan untuk itu.
Sempat sampai dua kali para abdi Paguyuban Tritunggal mencoba menangkap kerbau itu namun gagal. Pada upaya yang ketiga secara lebih halus, sang kerbau agak menurut dan proses penyembelihan itu pun dilanjutkan.
Kita merasa pilu, Merapi telah merengut ratusan jiwa, tapi lebih pilu lagi, lebih dari ribuan orang telah direngut kemusyrikan.
Benarlah firman Allah, kenapa surat penting itu bernama al-Baqarah.
Fenomena Merapi dan bulan Qurban, adalah isyarat dari Allah, agar berkurban hanya untuk Allah Sang Khalik, bukan Merapi yang sekedar makhluk! (Quy)

One thought on “BANGSA YANG MEMILUKAN: KEMUSYRIKAN DI TENGAH BENCANA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s