ARTHUR JEFFERY: MISSIONARIS YANG GETOL MENGKAJI HISTORISITAS AL-QURAN

(Khulasoh dari tulisan Adnin Armas, di Majalah Islamia, Vol. III No. 1, 2006)

Perang Dunia II sedang merangkak menuju detik-detik akhirnya. Kota Munich bergetar hebat dihujani bom Pasukan Sekutu. Ratusan bangunan hancur, tetapi yang lebih mahal dari bangunan-bngunan itu hancur juga 40.000 naskah dan manuskrip penting tentang Al-Quran. Kekayaan intelektual yang dihimpun bertahun-tahun miliki Arthur Jeffery, seorang orientalis asal Australia, yang tinggal di kota itu. Sekalipun proyeknya hancur, Arthur Jeffery tetap gigih mengkaji sejarah Al-Quran hingg akhir hayatnya. Tidak sampai setahun kematiannya, sahabat-sahabatnya menulis dalam jurnal The Muslim World (Januari 1960) yang memuat penghormatan istimewa pada penggagas Al-Quran Edisi Kritis ini[1]. Sayangnya, tulisan-tulisan ini tidak memuat banyak informasi mengenai latar belakang kehidupan akademisnya, sekalipun pemikiran tentang historisitas Al-Quran sering dijadikan rujukan.

Adalah Ibnu Warraq (nama samaran), seorang yang murtad dan penulis beberapa buku penghujat Islam, menghimpun beberapa artikel Jeffery dalam buku The Origin of Koran. Sekalipun Jeffery menjadi rujukan utamanya dalam buku itu, Ibnu Warraq tidak menyebutkan tahun kelahirannya dan salah menyebut tahun kematiannya. Begitu pula Muhammad Mustafa Azami dalam The History of Quranic Text from Revelation to Compilation, salah menyebutkan tahun kematiannya (1952). Mungkin kesalahan ini disebabkan ia merujuk Ibnu Warraq.

Arthur Jeffery lahir menjadi dewasa di Kota Melbourne pada tanggal 18 Oktober 1892 dalam keluarga Kristen Metodis. Waktu cepat berlalu sampai ia kemudian menyelesaikan S1 (1918) dan S2 (1920) di Universitas Melbourne, kemudian berangkat ke Madras untuk mengajar di Akademi Kristen Madras (Madras Christian College). Di sinilah ia bertemu dengan pendeta Edward Sell (1839-1932), pertemuan yang memicunya untuk mengkaji historisitas Al-Quran.

Edward Sell, selain menjadi dosen di Akademi Kristen Madras, ia adalah tokoh missionaries terkemuka di India. Ia pernah menjadi pembicara penting di Konferensi Umum Kedua Tentang Misi untuk Kaum Muslimin. Konferensi Lucknow tersebut menghasilkan agenda-agenda di antaranya mendirikan berbagai proyek pendidikan, seperti Newman School of Mission di Yerusalem. Jeffery mengakui bahwa Pendeta Sell lah yang pertama kali memberikan inspirasi untuk mengkaji historisitas Al-Quran, sekalipun demikian ia mengakui gagasan Sell tidak orisinal. Karya Sell merupakan ringkasan dan penyederhanaan dari karya Theodor Noldeke (1836-1930), Geschichte des Qorans (Sejarah Al-Quran).

Setelah dari Madras, Jeffery mendapatkan tawaran dari Dr. Charles R. Watson, Presiden pertama Universitas Amerika di Kairo, untuk menjadi salah satu staf di fakultas School of Oriental Studies. Pada 1921, Jeffery berangkat ke Kairo dan menjadi staf junior di fakultas itu. Di sana ia bertemu dengan ‘dedengkot’ missionaris seperti Earl E. Elder, William Henry Temple, dan Samuel Marinus Zwemer –pendiri Konferensi Umum Missionaris Kristen sekaligus pendiri jurnal The Muslim World. Tak lama kemudian William mengangkat Jeffery sebagai pembantu editor untuk jurnalnya, meski saat itu Jeffery masih bergelar MA.

Berada pada lingkungan missionaris, Jeffery tidak beda dengan mereka. Mengenai Rasulullah, Jeffery menganggap “Mohammed” adalah seorang kepala perampok (a robber chief), politikus, dan seorang opportunis. Pendapat mengenai Nabi Muhammad ini sebenarnya sudah disimpulkan sebelumnya oleh Leone Caetani (m. 1935), Hugronje (m. 1936), Henri Lammens (m. 1937), dan D.S. Margoliouth (m. 1940).

Tulisan pertamanya di jurnal The Muslim World adalah karyanya yang berjudul Eclectisim in Islam. Dan pada 1923, ia mengakhiri masa bujangnya dengan mengawini Elsie Gordon Walker, sekretaris bosnya, Dr. Charles R. Watson. Tiga tahun setelah pernikahannya, 1926, Jeffery meraih gelar sarjana dalam bidang Teologi dari Universitas Melbourne, Australia. Pada 1929, ia pun mendapatkan gelar Doktor dari Universitas Edinburgh dengan anugerah istimewa. Pada tahun yang sama, tulsian Jeffery mengenai Christian at Mecca dipublikasikan dalam jurnal The Muslim World. Pada 1938, Jeffery mendapat anugerah Doktor dalam kesusastraan (D.Litt) dengan prestasi summa cum laude dari Universitas Edinburgh. Pada tahun yang sama ia meninggalkan Universitas Amerika di Kairo menuju Universitas Columbia di Amerika Serikat.

Jeffery memiliki kelebihan dibanding koleganya. Selain bahasa ibunya, ia menguasai 19 bahasa. Disebabkan kemampuannya ini, Jeffery menjabat sebagai Guru Besar di Fakultas Near Eastern dan Midle East Language di Universitas Columbia, Amerika. Ia juga mengetuai bidang Sejarah Agama-agama untuk program doctor di fakultas agama.

Sebelum Israel terbentuk pada 1948, Jeffery pernah diundang oleh Midle East Society of Jerusalem, ke Israel pada bulan Oktober 1946 untuk menyampaikan penelitiannya mengenai studi kritis Al-Quran. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan sebuah makalah yang berjudul The Textual History of the Quran. Makalah tersebut merangkum hasil penelitiannya tentang studi kritis Al-Quran dan dipubilkasikan di Journal of Middle Eastern Studies Society pada tahun 1947. Pada tahun 1952, makalah tersebut bersama makalah lain karyanya diterbitkan dalam bentuk buku yang berjudul The Quran as Scripture.

Pada tahun 1953-1954, ia menjabat sebagai Direktur Tahunan Pusat Penelitian Amerika, di Mesir. Pada masa ini, Jeffery mengedit Muqaddimatâni fi ‘Ulum Al-Quran wa humâ Muqaddimah Kitab Al-Mabani wa Muqaddimah ibnu ‘Athiyyah yang diterbitkan di Kairo pada tahun 1954.

Keseriusan Jeffery untuk mengkaji historisitas Al-Quran terus dilakukan hingga akhir hayatnya. Pada tahun 1957, terbitlah buku Jeffery yang berjudul The Koran, Selected Suras: Translated from the Arabic. Dalam buku ini Jeffery menerjemahkan 64 Surat Al-Quran dan member catatan-catatan. Dalam terjemahannya, Jeffery menyusun sendiri urutan surah-surah yang menggambarkan keyakinannya tentang susunan surah Al-Quran yang sebenarnya menurutnya. Jeffery tidak menganggap Al-Fâtihah sebagai bagian dari Al-Quran. Bagi Jeffery, surah kedua bukan Al-Baqarah, tapi Al-‘Alaq. Surah ketiga bukan Ali ‘Imrân, tapi Al-Mudatsir. Susunan surah yang mirip seperti itu sudah dilakukan sebelumnya oleh para orientalis lain, seperti Theodor Noldeke (m. 1930), Friedrich Schwally (m. 1919), Edward Sell (m. 1932), Richard Bell (m. 1953) dan Regis Blachere (m. 1973).

Jeffery meninggal di Milford Selatan, Kanada pada tanggal 2 Agustus 1959. Mayatnya dikuburkan pada 4 Agustus di pekuburan Woodlawn, pinggiran Annapolis Royal di Lequille, Kanada.

Kematiannya meninggalkan kesan mendalam bagi para koleganya dalam berbagai tulisan di jurnal The Muslim World. John S. Badeau menggambarkan Jeffery sebagai seorang pendeta Gereja Metodis yang sangat kuat keagamaannya. Bahkan kajiannya kepada Islam sangat diwarnai dengan ke-Kristen-annya. Menurut Badeau,  ”Kepakarannya memiliki sebuah tujuan Kristen, karena ia yakin bahwa hanya dengan kajian yang sungguh-sungguh dan cermat  mengenai materi-materi tentang Islam lah, isi sebenarnya dari agama itu dapat difahami dan sumbangsih Kristen dapat diberikan bagi mereka yang mempelajarinya”.


[1] Upaya yang sama juga dilakukan oleh kalangan Islam Liberal Indonesia. Mereka –atas saran-saran ‘dedengkotnya’ seperti Nasr Hamid Abu Zayd merintis proyek ini sejak tahun 2000-an. Hingga saat ini, proyek itu tidak selesai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s