Pemimpin Thaliban Pinta Pasukan AS Hengkang

(16/11) Pemimpin Thaliban, Mullah Mohammad Omar, menolak negosiasi perdamaian selama AS tidak menarik mundur sekitar 150,000 tentara dari Afghanistan, ”Upaya negosiasi ini lebih merupakan propaganda, selama militer AS bercokol di sini”, katanya.
Statemen ini dikeluarkan hari Senin (15/11) , empat hari sebelum pertemuan para pemimpin Nato, di Lisabon, Portugis, di mana Afghanistan dijadikan agenda penting.
“Kelicikan musuh yang telah mencaplok tanah kita berusaha di satu sisi, untuk mengembangkan operasi militer. Dan di sisi lain menebar propaganda serta isu perdamaian pada masyarakat Afghan”, lanjut Omar.
Kekerasan di Afghanistan meningkat sejak diterapkannya operasi militer AS di sana. Operasi devide et empera (adu domba) antara Pemerintahan dengan sayap militer Thaliban sejak 2001 telah cukup efektif membuat Amerika leluasa untuk menguasai sumber-sumber alam. Sementara itu, Afghanistan disibukkan oleh konflik internal yang berkepanjangan.
Namun perkembangan baru menyiratkan bahwa politik adu domba ini melemah.
Presiden Afghanistan Hamid Karzai, diundang ke Lisabon serta diperkirakan akan mengeluarkan statemen yang sama seperti sebelumnya, yaitu “Penguasaan penuh keamanan negaranya pada tahun 2014, serta penarikan penuh operasi militer AS dari sana”.
Bahkan dalam wawancaranya dengan harian Wasingthon Post, Karzai mengatakan bahwa sudah saatnya operasi militer AS ditarik dan agar segera mengurangi aktivitasnya.
Update: Robert Gates, Sekretaris Menteri Pertahanan AS segera menyiapkan jurus-jurusnya. Ia katakan pada Hamid Karzai, bahwa AS dan Afghanistan adalah sahabat. Pernyataan ini Gates ungkapkan menyusul kritikan Karzai pada militer AS yang terlalu dalam mencampuri urusan rumah tangganya.
“We will continue to partner with him through this conflict,” (kita akan terus menjadi partner Afghanistan dalam melewati masa-masa konfliknya), ungkap Gates sebagaimana dilansir oleh harian the Wall Street Journal pada hari Selasa (16/11).
Mengenai desakan Karzai pada AS untuk segera menghentikan operasi militernya di Afghan, Gates mengatakan, “Kita merasakan hal yang sama, saya lihat Karzai sudah terlalu lama menunggu. Namun saya yakin, dia masih ingat. Musuh kita sama, Thaliban dan Al-Qaida”.
Ketidaksabaran Karzai memuncak setelah ia menyaksikan konflik dan kemiskinan yang meningkat di Afghanistan sejak invasi militer As sejak 2001.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s