Pesatuan Islam Bentar, Menggelar Shalat Ied di Sepanjang Jalan Guntur (Bekas DLLAJ)

(17/11) Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamdu. Tharfata ‘Ain, sampai ujung pandangan. Saya melihat jama’ah yang luar biasa banyaknya. Dari depan persimpangan jalan ke Ciwalen hingga pintu masuk Al-Ikhlas, jamaah terhampar menjadi lautan manusia.
Sudah lama rasanya tidak ikut shalat Ied di sini. Ternyata keharuan lama masih tetap terasa.
Sejak tadi malam, saya lihat panitia sudah mempersiapkan tempat sebaik mungkin. Tentu saja yang paling mengesankankan adalah bertemu kembali dengan kawan-kawan yang dulu sama-sama begadang mempersiapkan tempat Ied.
Bertindak sebagai khatib pagi ini, Ust. Lili Somantri dari Bandung.
“Jalan hirup teh aya dua”, kata muballigh asal Majalaya ini. “Jalan Quran jeung jalan setan”, lanjutnya. “Jalan hirup ieu teu bisa ditingali dina sukses atawa henteuna, tapi bìsa ditingali engke dina ahir hirupna, di surga atawa di naraka”, lanjutnya.
Beliau berikan contoh, “Abu Bakar dan Abu Jahal sami-sami pejuang, sarua beak harta, sarua beak tanaga, sarua beak waktu. Tapi beda pamustungan hirup. Abu Bakar di surga, Abu Jahal di naraka”.
Bicara tentang makna berkurban beliau menjelaskan, “Qurban lain miceun harta, tapi nitah sabagian banda urang balik tiheula, sinah nungguan urang di panto surga”, katanya.
Sholat di DLLAJ, memang jauh dari riuh rendah Arafah namun selalu menyimpan seribu hikmah. (Quy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s