Anak-anak Lebih Aman Hidup di Kabul daripada Di Amerika

“Children in Afghanistan’s cities may be safer than those in New York and London” (Anak-anak kota Afghanistan mungkin hidup lebih aman dibanding mereka yang hidup di New York atau London), tutur Mark Sedwill, utusan senior dari kalangan sipil pada pertemuan Nato di Lisabon beberapa hari yang lalu.

Pernyataan ini dikemukakan oleh Sedwill menyusul pertanyaan wartawan BBC dalam sebuah program anak. Dalam kesempatan ini, reporter BBC meminta pandangan mengenai tingkat depresi yang dialami anak dalam situasi konflik perang.
”Kabul memiliki sistem sosial masyarakat yang kuat hingga anak-anak dapat hidup lebih aman, meski dalam situasi perang seperti di Kandahar”, tambahnya.

Pernyataan ini sangat kontras dengan pernyataan Unicef pada Nopember 2009 yang menyebutkan Afghanistan sebagai “The world’s most dangerous place to be born” (tempat kelahiran paling berbahaya).
Tentu saja ‘bahaya’ antara pandangan Sedwill dan Unicef memiliki parameter yang berbeda.
Unicef dengan paradigma pragmatisme menyebut angka kematian, anak putus sekolah, serta pemenuhan gizi sebagai satu-satunya ukuran keamanan hak hidup anak.
Namun bagi Sedwill, ia menyaksikan dengan matanya bahwa angka-angka statistika itu sering lupa, bahwa sahara memiliki jiwa-jiwa yang merindukan apa yang tidak dimengerti pragmatisme, meski mereka harus membayarnya dengan nyawa! (Quy dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s