Korea Utara Sudah Memulai ‘Perang Nuklir’

Yeonpyeong, Korsel (26/11). Gara-gara geram melihat Korsel berlatih militer bersama dengan As, Korea Utara tembakan rudal peringatan ke sebuah desa kecil di Korea Selatan, tepatnya di Yeonpyeong.

‘Kerukunan’ selama 57 tahun itu (sejak 1953) hancur, setelah Korsel membalas tembakan itu hingga pertempuran terjadi kurang lebih satu jam, demikian CNN melaporkan.

Televisi Korsel, YTN, mengatakan bahwa sebelumnya militer Korsel mengira rudal akan ditembakan ke sekitar wilayah perbatasan kedua negara. Mereka tidak menyangka rudal ditembakkan ke wilayah Selatan.

Saksi dari Reuters mengatakan bahwa peringatan keras ini berupa asap rudal dari arah Korut dengan suara menakutkan.

Akibat serangan udara ini, empat orang di pulau Korea Selatan Yeonpyeong termasuk dua warga sipil tewas. Korea Utara mengatakan hal itu untuk menanggapi ‘api perang’ dari perairan Korea Selatan. Akibatnya, komunitas kecil yang dulu ramai sekali sekarang menjadi kota hantu. Ratusan orang telah melarikan diri.

Stan Grant, jurnalis CNN yang mengklaim orang pertama yang datang ke lokasi pendaratan bom, melaporkan masyarakat Yeonpyeong hampir seluruhnya telah meninggalkan rumah mereka karena takut Korut akan mendaratkan rudal kembali. “Kami sudah terbiasa hidup dalam konflik kedua negara. Tapi ini berbeda, ini adalah konflik militer”, aku lelaki dari desa Yeonpyeong.

“Di mana-mana penuh debu, bau kuat asap peledak, pecahan kaca, serta jejak-jejak kabin yang luluh lantah”, Grant menambahkan.

Respon militer Korsel terhitung lambat karena pengunduran diri Menteri Pertahanan Korsel Kim Tae-Young menyusul kritik publik terhadap responnya pada pemboman Desa Yeonpyeong, Selasa lalu.

Marga Ortigas, Aljazeera dari Seoul melaporkan, bahwa Korsel percaya Lee Hee Won –salah satu calon pengganti Menteri Pertahananan Korsel sekaligus seorang jenderal bintang empat mantan wakil kepala Komando Pasukan Gabungan AS-Korea Selatan di tahun 2005, akan terbukti lebih efektif daripada pendahulunya –jika ia dipilih untuk peran ini.

Militer di Seoul mengatakan pihaknya akan merevisi peraturan keterlibatan militer untuk memberikan respon lebih kuat terhadap serangan Korea Utara di masa depan.

Sementara itu, kantor berita Korea Utara, KCNA, memberitakan bahwa Pyongyang akan akan melanjutkan serangan jika Korsel meneruskan provokasi militernya dengan Amerika.

“[Korea Utara] akan lancarkan serangan kedua dan bahkan ketiga tanpa ragu-ragu, jika penghasut perang di Korea Selatan membuat provokasi militer sembrono lagi,” kata lembaga itu, mengutip dari pernyataan militer.

World War of Nuclear has faced us now! How about this?

(Quy dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s