Syafi’i Ma’arif vs Tabloid Suara Islam

 

ilustrasi: republika.co.id

Read this article in english (powered by: translate.google.com)

Indonesia (9/12). Belakang ini, Tabloid Suara Islam menerbitkan sebuah tulisan yang berisi tuduhan pada Syafii Maarif, bahwa dia sudah menerima suap berupa “…apartemen mewah senilai Rp 2 miliar dari Aburizal Bakrie”. Kabar itu sendiri diembuskan oleh Majalah Suara Islam dalam tulisan berjudul “Multi Accident Award” pada edisi 101 tanggal 19 November-3 Desember 2010.

Kontan saja, pihak Syafii menolaknya, “Berita itu fitnah. Berita tersebut tidak lah benar dan tidak bertanggung jawab,” ujar pengacara Syafiie, Todung Mulya Lubis, kepada wartawan di Jakarta, Rabu seperti dilansir oleh Republika.co.id.

Rencananya, Syafi’i Ma’arif akan menyampaikan hal ini secara resmi dalam jumpa pers Rabu (8/11/2010) mendatang.

‘Tuduhan’ ini menurut Fajar Riza Ul Haq, Direktur Maarif Institute, saat berbincang-bincang dengan detikcom, Senin (6/11/2010) disebut dua kali. Pertama, di sub judul dengan tulisan “Syafi’i Maarif Bungkam, Tidak Kritis Lagi Setelah Menerima Apartemen Mewah Senilai 2 Miliar dari Aburizal Bakrie?”. Kedua, Syafii kembali disinggung dalam badan tulisan mengenai tudingan suap itu. Tidak ada sumber jelas yang ditulis oleh tabloid itu. Juga tidak ada konfirmasi dari Syafii.

Dikatakan Todung, apartemen yang kerap ditinggali Buya ketika berada di Jakarta adalah milik seorang anggota Dewan Pembina Maarif Institute, M Deddy Julianto. Harganya pun jauh di bawah Rp 2 miliar. “Jadi, kami anggap ini pencemaran nama baik dan berbau fitnah. Memang dalam pemberitaan, Buya menolak permintaan wawancara untuk konfirmasi, tapi itu tak otomatis SI bisa membuat berita yang mencemarkan dan berbau fitnah,” kata Todung pada jumpa pers di Jakarta, Rabu (8/12/2010) seperti dilansir oleh kompas.com

Namun Tabloid Suara Islam yang disomasi Syafii Maarif terkait kasus ini mengaku sudah menghubungi Syafii.

“Selama dua bulan kami sudah mencoba menghubungi Syafii Maarif. Tetapi beliau sulit sekali untuk dimintai konfirmasinya. Kami sudah memberi tahu ingin wawancara, tapi tidak dijawab,” ujar sekretaris redaksi Suara Islam, M Shodiq Ramadhan kepada detikcom, Kamis (9/12/2010).

Todung mengatakan, selaku kuasa hukum, dirinya meminta Suara Islam untuk meralat pemberitaannya dan segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Todung mengatakan akan mengambil langkah-langkah tertentu terkait pemberitaan ini.

“Kami tidak serta-merta mengambil langkah hukum. Buya tak ingin mengkriminalisasikan pers. Buya menghormati kebebasan pers. Kami akan mengadukan ini ke Dewan Pers karena ini yang paling tepat. Namun, kami mencadangkan upaya-upaya hukum yang tersedia bila SI sama sekali tak memenuhi permintaan kami,” kata Todung.

Pihak Tabloid Suara Islam pun akan menggelar jumpa pers siang ini untuk menjawab somasi dari Syafii sekaligus menjelaskan soal kronologis pemberitaan tersebut. Jumpa pers akan digelar di Kantor M Lutfie Hakim & Partners di Jl Jeruk nomor 3, Menteng, Jakarta Pusat.

“Nanti akan ada penjelasan lengkap dari kami terkait pernyataan pers Syafii beberapa waktu lalu,” jelas Shodiq. Menurut Shodiq pihak redaksi akan hadir bersama kuasa hukum Suara Islam, Munarman.

oleh: quy

sumber: dari berbagai sumber (detik.com, republika.co.id, kompas.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s