Rabi Yahudi: Jangan Beri Tempat Tinggal Pada Orang Arab

Hundreds of Israeli rabbis have signed a religious edict forbidding Jews from renting or selling homes to Arabs [GETTY]

foto: aljazeera

Ratusan rabi Yahudi Israel telah menandatangani ‘perintah agama’ yang melarang orang Yahudi untuk menyewakan atau menjual rumah dan tanah untuk Arab dan non-Yahudi. Surat publik memerintahkan Yahudi untuk menghukun mereka yang tidak mematuhi perintah, yang secara luas dipandang sebagai serangan terhadap warga Palestina di negara itu.

Saat keputusan tersebut diumumkan pada hari Selasa dan telah ditandatangani oleh 50 rabi, ternyata banyak dari mereka yang dipekerjakan oleh negara Israel sebagai pemimpin agama kota. Meskipun kritik publik banyak yang berdatangan, namun 250 rabbi ini telah memproklamasikan keputusan ‘agama’ ini.

Sebuah fatwa serupa juga dikeluarkan di kota Safed kurang dari dua bulan lalu, ketika lebih dari ratusan rabbi bersatu untuk mendesak tuan tanah Yahudi agar tidak menyewakan apartemen bagi mahasiswa Arab.

Pengungsi Afrika yang disebut sebagai “penyusup” dan pekerja imigran juga telah ditargetkan. Tanggal 25 Musim panas ini, Rabi Tel Aviv menandatangani proklamasi yang melarang orang Yahudi untuk menyewakan tanah bagi “penyusup”. Sepuluh agen real estate yang bekerja di lingkungan populasi terbesar pengungsi Afrika memenuhi tuntuan para rabi, secara terbuka mereka menyatakan akan menolak penyewa tersebut dan tidak akan memperbaharui sewa mereka yang saat ini tinggal di sana.

Pada akhir November kemarin, pemerintah kota Bnei Brak – sebuah pinggiran kota ultra-Ortodoks di Tel Aviv – mulai memberitahukan pada para pekerja imigran dan pengungsi Afrika bahwa mereka akan diusir dari rumah mereka pada minggu-minggu mendatang.

Tapi proklamasi hari Selasa, yang ditandatangani oleh rabbi dari seluruh negeri, adalah yang terbesar dari jenisnya.

Iklim Rasisme

Abeer Baker, seorang pengacara di Adalah, sebuah LSM lokal yang melakukan advokasi untuk minoritas Arab Israel, merasa bahwa jalan hukum akan terbukti tidak efektif. “Biasanya perjuangan melawan negara jika melalui sektor swasta, anda akan menemukan pengusaha dan penyewa tanpa keinginan untuk membantu kita sekarang,” kata dia.

Dan karena para rabi di depan umum telah melakukan aksi rasisme, “orang-orang [yang menolak penyewa Arab atau karyawan] tidak akan merasa bersalah”.

“Di masa lalu, orang-orang takut untuk mengatakan hal-hal seperti, ‘Saya tidak ingin mempekerjakan orang Arab’. Sebab mereka melihat sesuatu yang tidak bermoral dengan itu. Sekarang, moral dan nilai-nilai semakin memburuk..”, lanjutnya.

oleh: quy

sumber: aljazeera.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s