DAR AL-ARQAM: MADRASAH TERBAIK DI DUNIA

Abu Azkiya*)

Pendahuluan

Micahel H. Hart menempatkan Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam di urutan pertama dari seratus orang yang berpengaruh di dunia. Sedangkan di urutan lima puluh ada Umar bin Khatab rhadhiyallähu ‘anh. Keduanya berasal dari jazirah Arab; sebuah tempat tandus yang pada awalnya tidak menjadi perhitungan di dunia internasional semisal Romawi dan Persia yang menjadi adikuasa dunia pada waktu itu. Namun, seiring waktu dan berputarnya masa, kedua adidaya ini bertekuk lutut terhadap ajaran yang lahir di jazirah Arab ini. Pertanyaannya adalah kenapa bisa terjadi?

Pujian dan sanjungan tidak hanya datang dari dalam Islam, namun begitupula dari luar dan musuh. Seluruh rangkaian peristiwa dan tindakan yang dilakukan atau berkaitan dengan Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam adalah sangat apik, menarik dan menganduk pelajaran yang dalam. Karenanya, tidak aneh bila Allah menempatkan Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam sebagai uswah hasanah bagi seluruh manusia. Diantara mata rantai  yang dimiliki Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam adalah madrasah Där Al-Arqäm. Inilah tempat kaderisasi Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam menciptakan para sahabat yang akan menjadi manusia-manusia mulia yang sulit untuk menemukan tandingannya. Pertanyaannya adalah apakah Där al-Arqäm? Apa yang terjadi dengan Där al-Arqäm tersebut?

 

Mengenal Där Al-Arqäm

  1. Nama Där al-Arqäm

Nama Där Al-Arqäm yang berarti Rumah Al-Arqäm dinisbatkan kepada pemilik rumah tersebut yaitu Al-Arqäm bin Abi Al-Arqäm al-Makhzumi. Qabilah Bani Makhzum merupakan salah satu kabilah di kota Makkah yang dipercaya mengurus berbagai perlombaan dan peperangan.

 

  1. Mengapa Memilih Där al-Arqäm

Pengambilan Där al-Arqäm sebagai tempat pembinaan adalah diawali insiden yang menimpa Sa’ad bin Abi Waqash rhadhiyallähu ‘anh. Keadaan para sahabat Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam bila mereka akan solat, mereka pergi ke perbukitan untuk menyembunyikan solat dari kaum mereka. Ketika Sa’ad bin Abi Waqash rhadhiyallähu ‘anh bersama para sahabat Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam yang lain solat di suatu perbukitan di Makkah, tiba-tiba muncul sekelompok orang musyrik. Mereka protes, mencaci dan menyerang kaum mu`minin. Maka Sa’ad bin Abi Waqash rhadhiyallähu ‘anh pada kesempatan itu terpaksa memukul orang musyrik tadi dengan tulang rahang unta sehingga melukainya. Inilah darah pertama yang dialirkan dalam perjuangan Islam.

  1. Arqam rhadhiyallähu ‘anh tidak diketahui masuk Islamnya
  2. Arqam rhadhiyallähu ‘anh berasal dari Bani Makhzum
  3. Arqam rhadhiyallähu ‘anh masuk Islam dalam usia muda

 

  1. Apa yang dilakukan di Där al-Arqäm
  1. Pengajar

Pengajar dalam pendidikan di Där al-Arqäm adalam Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam sendiri. Dapat kita perhitungkan, seorang ulama besar mendidik para muridnya dengan baik, maka hasilnya akan dahsyat, minimal muridnya seperti gurunya. Ini baru seorang ulama. Para ulama sangat jauh bila dibandingkan dengan para sohabat, dan para sohabat tidak akan sebanding dengan Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam. Ini memperlihatkan kepada kita, betapa sempurna, mulia dan istimewa posisi Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam. Sehingga tidak salah bila al-Qur`an mengatakan kita harus mengambil uswah, model atau contoh adalah dari Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam ini, bukan yang lain. Kenapa? Karena memang apa yang menjadi ukuran kebenaran, kebaikan dan kebahagiaan ada pada Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam ini.

Kita ukur dari kaca mata dunia. Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam dapat menciptakan orang-orang biasa menjadi orang-orang hebat. Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam pula yang dapat menguasai dunia hanya dengan sekejap mata dan dengan korban yang sangat sedikit. Seluruh adikuasa dapat ditundukkan. Perkataan dan perbuatannya menjadi ikutan terbanyak di dunia ini. Ia seorang pendidik, panglima perang, presiden, kepala pemerintahan, kepala pengadilan dan ayah serta suami yang bijak.

  1. Materi

Materi yang dipelajari di Där al-Arqäm adalah al-Qur`an yang merupakan sumber utama pengambilan Tauhid. Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam sangat perhatian dengan masalah tauhid terutama di madrasah Där Al-Arqäm ini. Bila dalam sejarah tercatat bahwa masa di Makkah/ Makiyya adalah dakwah Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam trerkonsentrasi dalam ‘aqidah, maka Där Al-Arqäm adalah jantung penggeraknya.

Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam membawa wahyu, maka Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam menyampaikannya kepada para sohabat di Där Al-Arqäm ini. Mereka mendengar langsung dari Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam secara langsung. Tentunya, kita tidak menapikan, bahwa di Där Al-Arqam ini dibahas tentang ajaran Islam lainnya dan tentang kondisi kekinian saat itu. Di Där Al-Arqäm ini pula Umar bin Khottob dan sohabat lainnya masuk Islam.

 

  1. Metode

Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam menggambungkan mereka dalam satu kelompok/ keluarga. Umpamanya, Fatimah binti al-Khothob rhadhiyallähu ‘anha dengan suaminya Sa’id bin Zaid, yang merupakan putra pamannya Umar bin Khothob rhadhiyallähu ‘anhum digabungkan bersama Nu’aim bin Abdillah Al-Niham bin ‘Adi dengan pembimbingnya Khobbab bin Al-Arot.

Kesibukan mereka terhadap al-Qur`an tidak mengurangi perhatian mereka terhadap membaguskan bacaan, menjaga makhorij al-huruf, dan tidak pula untuk cepat-cepat melapalkannya dan tergesa-gesa menyelesaikannya. Keadaan mereka belajar dengan penuh perhatian dalam mempelajarinya, memahaminya, mengenali perintah dan larangannya, serta dalam usaha mengamalkannya.

 

  1. Pelajar

Pelajar dalam pembelajaran di Där al-Arqäm adalah generasi pertama yang masuk Islam. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa: jumlah mereka masih sedikit, semangat mereka sangat bersih dan besar, dan mereka masuk Islam adalah dengan melawan arus maka hal ini mengisyaratkan bahwa masuk Islamnya mereka adalah dengan kematangan, bukan asal-asalan dan terbawa keadaan.

Setelah Abu Bakar shallallähu ‘alaihi wasallam masuk Islam, maka iapun mendakwahkan agama Islam. Diantara yang masuk melalui dakwahnya adalah Utsman bin Affan, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Sa’ad bin Abi Waqash, Zubari bin Awwam dan Thalhah bin ‘Ubaidillah.  Kemudian tiba gelombang kedua yaitu: Abu ‘Ubaidah al-Jarrah, Abu Salamah bin Abdullah bin ‘Abdulasad bin Makhzum bin Murroh, Barroh binti Abdul Muthollib, Al-arqäm bin Abi Al-arqäm Al-Makhzumi, Utsman  bin Mazh’un Al-Jamhi, ‘Ubaidah bin Al-Harits bin Abdul Mutholib, Sa’id bin Zaid bin ‘Amr bin Nufail, ‘Abdullah bin Qushayy, Fathimah binti Al-Khothob bin Nufail, Asma bin Abu Bakar, dan Khobbab bin Al-‘Arot.

Keadaan jama’ah generasi pertama sahabat yang dibimbing langsung oleh Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki yang lain. Kelebihan inilah yang menjadikan mereka pribadi-pribadi memukau yang utama, terdepan dengan langkah gemilang dalam karakteristik pribadi yang selamat, dan menjadi penegak daulah yang dipercaya, serta menciptakan peradaban yang gemilang.

 

Diantara karakter para pelajar di madrasah Där al-Arqäm adalah:

  1. Al-Istijabat al-Kamilat li al-Wahyi, wa ‘adamu al-Taqdim baina yadaih (Penerimaan yang sempurna terhadap wahyu, dan tidak berani mendahuluinya)

Hal ini ditunjang dengan:

1)      Kebersihan hati mereka, terhindar dari setiap penyimpangan dan hawa nafsu selain dari nash, dan kesiapan mereka yang sempurna untuk menerima apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya, serta ketundukkan dan kepasrahan terhadap keduanya dengan ketundukkan yang mutlak, tanpa keberatan, tanpa rasa bimbang, dan tanpa berpaling.

2)      Mereka hidup pada masa tasyri (pensyari’atan), turunnya wahyu, dan kebersamaan mereka dengan Rasulullah shallallähu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu, mereka adalah orang-orang yang paling hapal akan kesamaran keadaan yang berkaitan dengan turunnya wahyu. Dan tentunya pengetahuan keadaan tersebut dengan pasti, baik terhadap nash maupun keadaan, merupakan sebab yang paling agung dalam membentuk pengetahuan, pemahaman dan penguasaan maksudnya.

  1. Al-Ta`atsur al-Wijdan al-‘Amiq bi al-Wahyi wa al-Iman (Pengaruh dalam hati yang sangat dalam terhadap wahyu dan iman). Keadaan para sohabat bergaul dengan ilmu yang sohih adalah tidak seperti layaknya para ilmuwan di dunia ilmiah sekarang; bergaul dengan ilmu hanya cukup melalui akal saja; tanpa ada kaitan dengan hati dan anggota badan. Sungguh para sahabat memiliki pengetahuan akan Allah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, perbuatan-Nya,

 

Penutup

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آَمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ (110)

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali Imran: 110)

*) Penulis adalah Tasykil PD. Pemuda Persis Garut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s