Garut Hentikan Kirim TKI ke Malaysia dan Arab Saudi

Semenjak banyak kejadian dan perlakuan tidak manusiawi terhadap TKI indonesia, seperti kejadian terakhir TKW indonesia diperkosa majikan di malaysia, Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk sementara waktu ke Malaysia dan Arab Saudi. Para calon TKI juga akan diminta untuk mengubah negara tujuan mereka. “Untuk sementara kami tidak akan memberangkatkan TKI yang akan ke arab dan Malaysia,” ujar Bupati Garut, Aceng H.M Fikri kepada Tempo, di Gedung Pendopo, Rabu (15/12).

Menurut Aceng, pelarangan itu khusus diberlakukan bagi tenaga kerja yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga. Kebijakan itu menyusul banyaknya para perkerja wanita asal Garut di Malaysia dan Arab yang mendapatkan penganiayaan dari majikannya.

Untuk pengiriman tenaga kerja profesional seperti tenaga medis masih akan tetap dilakukan. Hal itu karena mereka lebih mendapatkan jaminan dari pada tenaga kerja lainnya. “Saya sangat ngeri, nasib pembantu rumah tangga banyak yang tidak jelas dan mendapat perlakukan kasar,” ujar Aceng.

Aceng menambahkan, alasan pelarangan juga karena banyak TKI yang terlantar di Arab Saudi. Ribuan TKI hidup di bawah kolong jembatan Kandara, Arab Saudi, seperti gelandangan. Para TKI itu kebanyakan yang berhasil kabur dari majikannya karena kerap disiksa. Kondisi itu diketahui Aceng pada saat menunaikan Ibadah Haji tahun ini. “Saya sangat sakit hati, martabat bangsa kita telah diinjak-injak,” ujarnya.

Karena itu, Aceng mengaku hanya akan mengirimkan warganya ke negara yang memberikan kepastian jaminan hukum. Selama penghentian pengiriman TKI ke MaIaysia dan Arab, Aceng berjanji akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar memperbaharui perjanjian antara Indonesia, Malaysia dan Arab Saudi.

Seperti diketahui, kasus penganiayaan yang pernah dialami TKW asal Garut itu diantaranya, kasus penyiksaan Siti Hajar, 32 tahun, warga Kampung Lio Wetan, Desa Limbangan Barat, Kecamatan Limbangan. Siti disiksa majikannya bernama Michel dengan cara disiram air panas dan dipukuli hingga babak belur. Siti juga tidak dibayar selama 34 bulan.

Kepala Seksi Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Yayat Hidayat, menyatakan selama 2010 ini telah terjadi dua kasus tenaga kerja Indonesia di luar negeri yang putus komunikasi dengan keluarga. Mereka diantaranya, Farida warga Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan, telah 10 tahun bekerja di Bahrain, putus komunikasi dan Yuyun Yuningsih, warga Desa Sirnajaya, Kecamatan Bungbulang, sudah delapan bulan bekerja di Arab Saudi, hilang komunikasi.

Dia menambahkan, selama lima tahun terakhir ini sejak 2005 hingga 2010, jumlah tenaga kerja asal Garut yang bekerja di luar negeri mencapai 3.186 orang. Mereka rata-rata bekerja sebagai pembatu rumah tangga, sebagian besar atau sekitar 95 persen bekerja di Negara Timur Tengah.

Sumber : TempoInteraktif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s