Sesuai Prediksi, Pasupati Akan Ambruk

PASUPATI,(GM)-Masyarakat Kota Bandung diimbau berhati-hati ketika melewati jembatan layang Pasupati. Pasalnya, salah satu sambungan dari karet (expansion joint) bagian beton jalan di jembatan layang tersebut renggang 10-20 cm. Tepatnya di sebelah Balubur Trade Center. Kondisi itu bisa terlihat dari arah Jln. Tamansari menuju Pasteur dan sebaliknya.

 

Jembatan Pasupati

Isu jembatan layang tersebut akan ambruk pun mulai bermunculan di tengah masyarakat. Running text salah satu stasiun televisi swasta nasional yang dijadikan materi pesan berantai tersebut seolah membenarkan bahwa jalan layang tersebut akan runtuh. Pesan berantai agar masyarakat berhati-hati saat melintas jalan layang tersebut pun banyak diterima “GM”. Salah satu pesan berantai yang diterima berbunyi “Jalan layang Pasupati Bandung renggang 10-20 cm, berpotensi ambruk. Hindari jalan di atas atau pun di bawah jalan layang…”

Berdasarkan pemantauan “GM” di lapangan, bagian jalan yang seharusnya menempel dengan baja penahan itu keluar dari jalur sehingga menimbulkan celah sekitar 10-20 cm. Bagian dari arah Tamansari itu saat ini sudah ditutup oleh empat pelat baja berbentuk persegi panjang. Namun satu dari empat pelat baja mulai terlepas sehingga menimbulkan suara bising ketika dilalui kendaraan. Di samping menghasilkan suara bising, pelat yang terlepas juga cukup membahayakan pengguna jalan.

Idealnya, sambungan di antara beton jalan tidak memiliki kerenggangan yang cukup besar. Bahkan di titik sambungan yang lain, seperti terlihat di titik menuju Cihampelas, jalan tersebut menempel dengan baja penahan.

Jembatan layang Pasupati dibangun Oktober 2001 dan mulai digunakan untuk umum pada 25 Juni 2005. Jembatan layang yang memiliki panjang 2,5 km dan lebar 30-60 meter itu menghubungkan Jln. Dr. Djundjunan (Pasteur)-Jln. Surapati. Dana yang digunakan untuk membangun jembatan tersebut sebesar Rp 278 miliar dan merupakan hibah dari pemerintah Kuwait.

Jembatan ini melintasi Sungai Cikapundung dan memiliki ciri khas cable stayed sepanjang 161 meter. Cable stayed itu setinggi 53 meter di atas permukaan tanah dan menjadi landmark Kota Bandung. Kabel dipasang tidak simetris, di sebelah barat terdapat 10 kabel dan sebelah timur 9 kabel. Sepuluh kabel di sebalah barat dibuat secara berpasangan sehingga dari samping terlihat hanya ada 5 kabel. Sementara 9 kabel di sebelah timur dipasang secara berurutan sehingga terlihat 9 kabel.

Sedangkan segmen (beton jalan) sebanyak 663 unit, dengan berat per segmen mencapai 80-150 ton. Untuk jembatan cable stayed, panjang bentang mulai pier hingga pylon (tiang jembatan) di sisi barat (back span) 5 meter dan sisi timur (main span) 106 meter. Jumlah segmen sebanyak 198 unit dengan berat per segmen 180 ton.

Cemas

Salah seorang warga, Deden Surahman (30) mengaku melihat pelat baja tersebut dipasang pada Minggu (26/12). Hanya saja ia tidak menyadari pelat baja itu dipasang untuk menutupi bagian sambungan yang renggang. “Saya pikir cuma pasang biasa saja, tidak ada kaitan sama kerusakan. Tahunya itu memang untuk menutupi sambungan yang renggang. Sepertinya harus cepat diperbaiki, karena bisa membahayakan pengguna jalan,” tuturnya, Senin (27/12).

Tidak hanya Deden, namun warga lainnya pun mengaku resah dan mengkhawatirkan kondisi yang terjadi. Seperti dikatakan Agung (29), warga Kebon Bibit. Ia mengaku resah dan cemas karena setiap hari melalui jembatan tersebut. “Tentu saja cemas, karena setiap hari saya menggunakan jalan layang ini. Apalagi sekarang menjelang Tahun Baru, takutnya roboh soalnya saat perayaan Tahun Baru banyak orang berkumpul di sini. Kalau benar roboh ‘kan bahaya,” tutur Agung yang tempat tinggalnya berada di bawah jembatan tersebut.

Segera perbaiki

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Edi Siswadi meminta kerusakan itu segera diperbaiki. Hal itu dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Apalagi pada Senin (27/12) siang, dilaporkan ada seorang pengendara sepeda motor yang terjatuh ketika melintasi pelat baja yang terpasang.

“Harus ada upaya perbaikan secepat mungkin. Saya minta dinas terkait cepat berkoordinasi dengan pihak PU pusat. Dan segera teliti serta jelaskan kepada publik agar publik tidak khawatir,” terang Edi ketika ditemui usai mengikuti sosialisasi rencana pembangunan tempat pengelolaan dan pemrosesan akhir sampah (TPPAS) di Hotel Horison, Jln. Pelajar Pejuang’ 45, Senin (27/12).

Edi pun menambahkan, informasi kepada masyarakat harus disampaikan secara jelas, apakah jalan tersebut masih bisa digunakan secara normal atau tidak. Di sisi lain Edi berharap, apa yang terjadi tidak begitu berisiko dan masih dalam taraf wajar. “Mudah-mudahan kondisi itu tidak terlalu mengkhawatirkan dan tidak sampai terjadi apa-apa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung, Iming Akhmad menyatakan, kewenangan pemiliharaan jembatan layang yang dibangun tahun 2001 dan mulai dipergunakan oleh umum sejak tahun 2005 itu berada di bawah Satuan Kerja (Satker) Preservasi dan Pembangunan Jalan dan Metropolitan Kota Bandung. Pihaknya sebatas berkoordinasi untuk melaporkan dan meminta dilakukan perbaikan.

Dari informasi yang diperolehnya, lanjut Iming, satker saat ini tengah dalam upaya perawatan serta perbaikan yang difokuskan pada expansion joint yang memang merenggang. “Informasinya akan segera diperbaiki. Memang kondisinya merenggang, itu karena ada pergeseran expansion joint,” tutur Iming.

Ditambahkan Iming, merenggangnya expansion joint merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi pada jembatan-jembatan yang memakai beton. “Yang namanya beton, jika sudah dicor pasti ada proses penyusutan. Tapi informasinya itu masih dalam batas wajar,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Indra Maha, selaku PPK Preservasi Wilayah III Satuan Kerja Preservasi dan Pembangunan Jalan dan Metropolitan Kota Bandung. Menurutnya, pergeseran itu akibat proses penyusutan beton. Akibat penyusutan itu, ujarnya, karet yang ada di expansion joint melebar. “Kita akan mengembalikannya ke posisi awal. Betonnya akan kita kupas dan ditambah karetnya. Setelah itu baru kita cor lagi,” jelasnya seraya menambahkan, ditutupnya expansion joint dengan pelat baja untuk memperlancar arus lalu lintas dan tidak membuat pengendara khawatir.

Meski demikian, Indra mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu khawatir dan cemas. Pihaknya akan segera melakukan perbaikan dan diperkirakan selesai Rabu (29/12).

Instabilitas tanah di sekitar fondasi jembatan pernah dipersoalan dulu waktu oleh tim peneliti ITB kepada walikota waktu itu sesuai laporan tim investigasi Suaka (Suara Kampus) UIN SGD Bandung. Namun imbauan ini tidak diindahkan, dan Pasupati tetap dibangun.

2 thoughts on “Sesuai Prediksi, Pasupati Akan Ambruk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s