Menyoal Pesan Paus Tentang Diskriminasi Terhadap Kristiani

Paus Benecditus

Paus Benediktus XVI mendesak orang Kristen untuk tetap kuat dalam menghadapi intoleransi dan kekerasan muslim pada pesan Tahun Baru yang diungkapkan sejam setelah ledakan bom di luar sebuah gereja Mesir yang menewaskan 21 orang.

“Dalam menghadapi ancaman ketegangan, terutama dalam menghadapi diskriminasi, penyalahgunaan kekuasaan dan intoleransi keagamaan yang sekarang ini terutama menimpa orang-orang Kristen, saya kembali langsung menekan undangan untuk tidak menyerah pada kekecewaan dan pengunduran diri,” kata Benediktus dalam Surat homili di St Peter’s Basilica, sebagaimana dikutip oleh aljazeera.

Pesan Benecditus ini adalah pesan kesekian kalinya pada bulan ini. Ia menekankan, “Bahwa kebebasan beragama merupakan elemen penting dari sebuah negara hukum”.

Namun jika kata ‘diskriminasi’ agama yang dikatakan Paus mengarah pada budaya keberagamaan umat Islam saja, tentu saja menjadi sangat provokatif. Benecditus lupa bahwa kasus-kasus penyerangan tempat ibadah dan orang-orang Muslim di dunia Barat sangat melimpah datanya. Kebencian terhadap Muslim meningkat setelah peristiwa 11 September 2001. Berbagai laporan menunjukkan terjadinya vandalisme di banyak masjid dan kuburan Muslim hampir di seluruh Eropa. Pelecehan terhadap Islam seperti dilakukan oleh politisi Belanda Geert Wilders, juga tidak menjadi isu internasional tentang pelecehan Islam.

Dalam beberapa bulan terakhir, Eropa telah menjadi saksi deportasi massal terhadap pelbagai minoritas agama dan etnis. Bahkan Sarkozy mengklaim bahwa burka tidak kompatibel dengan nilai-nilai republik Prancis, tapi dia tidak memberikan contoh bagaimana kompatibilitas itu dijelaskan. Ungkapan pemimipin dunia –yang tentu saja memiliki pengaruh kuat, hampir tidak dikomentari oleh peneriak toleransi keberagamaan.

Belum lama ini, Wilders, pemimpin Partai Kebebasan PVV, akan kembali menerbitkan buku soal pandangannya terhadap Islam tahun depan. Demikian dikatakannya dalam wawancara dengan harian De Telegraaf.

“Buku itu ditujukan terutama untuk pasar Amerika dan menceritakan bagaimana kita menghentikan Islamisasi di seluruh dunia. Kami memang bisa banyak melakukan itu di Belanda, namun kami juga ingin mengirim pesan internasional kepada dunia Arab bahwa ada perjuangan balik dari sebuah partai di Belanda,” kata Wilders.

Sebelumnya juga pada 2005 ia juga mempublikasikan sebuah buku soal otobiografi singkat yang berjudul Memilih Untuk Kebebasan yang isinya menyulut provokasi.

Di Indonesia, Pada 12 Februari 2010, Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) menyebarluaskan data perusakan gereja di Indonesia. Kata mereka, hingga awal tahun 2010 telah ada hampir sekitar 1200 buah gereja yang dirusak dan ditutup. Berita ini tersebar ke seluruh dunia. Bahkan sampai ke telinga Hillary Clinton.

Meski laporan itu tidak dibarengi dengan analisis yang komprehensif, tetap saja dunia menuduh bahwa umat Islam tidak toleran. Padahal jauh sebelum itu, umat Islam Indonesia khususnya telah memberikan toleransi yang sangat lebar pada pemeluk agama lainnya, bukan kristen saja!

Lalu bagaimana dengan kasus Dr. Marwa El-Sherbini, seorang Muslimah yang sedang hamil tiga bulan dibunuh oleh seorang non-Muslim di Pengadilan Dresden Jerman. Dr. Marwa dibunuh dengan sangat biadab. Ia dihujani tusukan pisau sebanyak 18 kali, dan meninggal di ruang sidang?

Mungkin, kata Eko Heru Prayitno, “Karena korbannya Muslim, dan pelakunya warga asli non-Muslim, peristiwa besar itu tidak menjadi isu nasional, apalagi internasional. Tampaknya, kasus itu bukan komoditas berita yang menarik dan laku dijual!”, apalagi harus mengundang komentar dari Sang Paus.

Bagaimana pula dengan intoleransi yang berlarut-larut, berlebihan, dan hampir tanpa hukuman seperti yang dilakukan oleh Israel? Sebejat apapun rahasia yang telah diungkapkan mengenai bagaimana mereka menyayat habis orang muslim di Palestina tanpa alasan sedikitpun?

Para serdadu Zionis di Brigade Givati, misalnya, bertutur tentang sebuah operasi militer di suatu pagi buta di Gaza pada tahun 2008. Mereka mengetuk pintu rumah sebuah keluarga Palestina, lalu ketika menurut mereka terlalu lama tidak dibuka, maka mereka melakukan fox – sebuah jargon militer Zionis yang berarti “penghancuran.”

Di balik pintu rumah yang kemudian hancur berkeping-keping, mereka dapati serpihan kaki dan tangan dan darah yang muncrat lalu melekat di dinding. Itulah serpihan tubuh si ibu pemilik rumah yang “tak sengaja” mereka ledakkan, demikian seorang serdadu mengenang.

Apakah Benecditus dan Pemimpin Dunia angkat bicara mengenai intoleransi yang mereka lakukan?

Tentu saja siapa pun mendukung semua upaya untuk menciptakan kehidupan beragama yang penuh dengan toleransi, tapi jika jargon itu hanya digunakan untuk kasus yang dilakukan ‘muslim’ kelihatannya menjadi lebih provokatif dan tidak proporsional.

Belum lagi –entah Paus tidak tahu atau pura-pura tidak tahu– bahwa self bombing, pengeboman tempat-tempat ibadah, perusakan sarana dan prasarana tidak pernah diajarkan oleh Islam, sekalipun dalam kondisi perang!

oleh: Quy, dari berbagai sumber.

One thought on “Menyoal Pesan Paus Tentang Diskriminasi Terhadap Kristiani

  1. Ane kira, kita lagi diadu domba ama zionis. Orang kristen wajar sakit hati, kalo umatnya ada yang bunuh. Umat islam juga demikian.
    Tapi apakah ada zionis yang sakit hati gara-gara umat nya dibunuh secara biadab?
    Ane kira gak ada, sebab gak pernah terjadi kasusnya. Yang ada, merekalah yang doyan main tembak, bikin isu, fitnah ame pemeluk keyakinan yg laen.
    Itu semua indikasi yang jelas, mereka adalah dalang di blik kerusuhan internasional.
    WE CAN SEE THEIR CONSPIRACY, BUT YET WE CAN’T PROBE IT!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s