Pemuda Persis, Sebagai Pengemban Dakwah

Oleh: Hamzah Zaelani*)

“Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya,” begitulah istilah yang digunakan untuk menyebutkan sifat seorang anak yang tidak akan jauh berbeda dengan orang tuanya. Seperti itu juga ungkapan yang bisa kita sebutkan untuk Pemuda Persis. Gerak langkahnya tidak akan berbeda jauh, bahkan bisa dikatakan sama persis dengan Persis sebagai orang tuanya, yakni mengembalikan umat kepada ajaran Islam yang sebenarnya. Sehingga pendidikan dan dakwah menjadi cirri khas dari jam’iyah ini.

Berbicara tentang dakwah sudah menjadi kewajiban setiap muslim yang tidak bisa ditinggalkan. Mengabaikan dakwah berarti melalaikan kewajiban tugas dari Ilahi. Jika hal itu terjadi maka Islam akan hancur, dan tinggal namanya saja. Yang berarti kemaksiatan akan semakin merajalela. Allah pun akan menghalalkan adzab-Nya menyentuh manusia. Dalam rangka itulah, Pemuda Persis tampil sebagai pengemban dakwah baik ketika gerakan organisasi kepemudaan lain fokus juga dalam tugas yang sama atau kurang, bahkan tidak sama sekali memperhatikan keberlangsungan Islam melalui aktivitas dakwah.

Sebagai pengemban dakwah, tugas yang ada dipundak Pemuda Persis tidak ringan dan mudah. Ibarat, seseorang naik pohon. Semakin tinggi ia memanjat, maka semakin kencang angin berhembus. Artinya tantangan masa datang yang akan dihadapi Pemuda Persis semakin berat. Jangankan berbicara tantangan masa depan, sekarang pun tantangan telah ketara. Oleh karena itu, kesungguhan, semangat jihad dan pengorbanan harus ditunjukkan Pemuda Persis.

Akan tetapi, perlu diingat, semangat juang dan kesungguhan saja tidak cukup. Dibutuhkan juga SDM (kader) berkualitas dalam berbagai hal. Dalam rangka melahirkan kader berkualitas, mengutip dari buku yang berjudul “Sejarah Perjuangan Pemuda Persis”, Subhan Nurdin menawarkan beberapa kiat-kiat dan langkah-langkah bisa dilakukan Pemuda Persis. Diantaranya,

1.      Membangkitkan semangat ruhaniah (Al-Yaqdzah Ar-Ruhiah).

Subhan menjelaskan bahwa Pemuda Islam bagai lelap tidur sehingga lupa akan tugasnya sebagai pengemban panji-panji Islam. Oleh karena itu, dengan membangun kembali mentalitas pemuda Islam, Insyaalah,  harakah Islam akan tetap kokoh. Upaya menuju kebangkitan rohani ini dilakukan dengan beberapa metode:

a.     Penanaman pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah)

Menurutnya pendidikan Islam merupakan kewajiban bagi setiap para pengemban dakwah, karena tanpa itu akan menimbulkan dampak negative terhadap harakah dakwah Islam itu sendiri.

Dengan menguasai ilmu dan hikmah, para pemuda Islam akan semakin mapan melaksanakan program dakwahnya, baik untuk pribadi maupun masyarakatnya. Tarbiyah islamiyah ini mencakup setiap ilmu yang dapat mempertebal keimanan kepada Allah.serta meningkatkan akhlaq qurani yang luhur. Abu ‘Ala al-Maududi memberikan petunjuk kepada Para Pemuda:

Hendaknya ktia ketahui dengan sempurna hidayah Allah yang diturunkan kepada
Rasulullah Saw. Imani hidayah tersebut dengan tulus dan ikhlas sepenuh hati. Jadikan iman sebagai bagian dari kehidupan di dunia, agar kalimatullah membungbung tinggi dan kalimatul kufri terhina dan tercampakkan. Hendaknya para pemuda mempersenjatai dengan akhlak dan budi pekerti,sehingga kaum dictator yang dzalim mengubah haluan hidupnya dan para pengikut mereka kembali kepada kebenaran yaitu jalan yang lurus bagi fitrah manusia.

Selain itu, al-Maududiy juga memberikan tiga aspek ajaran yang perlu dipahami oleh para Pemuda agar dapat bergerak mengangkat peradaban Islam, yaitu, (1) Tauhid, (2) Risalah, dan (3) Hari Kemudian setelah mati.

b.     Penguasaan Wawasan Keislaman (Ta’ammuq Tsaqafah Islamiyah)

Subhan mengutip perkataan Husni Adham Jawarar yang mengatakan,”Seorang da’I dituntut untuk memiliki tsaqafah (wawasan) Islam terus menerus dikembangkan dan bahkan tidak cukup sumber itu jika diambil dari buku saja, Koran, majalah ataupun bulletin dapat juga dijadikan sebagai sumber informasi.” Diharapakan dengan keluasan wawasan Islam setiap pemuda Islam akan menyadari ketertinggalannya dari umat lain dan bangkit membangung harakah dakwah yang bertujuan menegakkan kalimatullah.

Syekh Sa’id Hawwa dalam Al-Madkhal Ila Da’watil Ikhwan Al-Muslimin menguraikan tentang wawasan ilmu Islam yang harus dikuasai seorang dai muda yaitu, ma’rifatullah, ma’rifatul rasul, ma’riftul Islam, ulumul Quran dan Hadits, ‘aqa’id, fiqh, dan ushul fiqh, lughah Arbain, fiqh da’wah, wawasan tentang dunia Islam dan wawasan tentang konspirasi musuh-musuh Islam. Insyaallah, dengan menguasai dasar-dasar wawasan Islam ini, pemuda Islam semakin berani tampil menyuarakan haq.

2.     Membina Kaderisasi Kepemimpinan Harakah Islam (Qiyadah Harakiah Islamiah)

Ia menerangkan bahwa pemuda Islam adalah calon pemimpin masa depan yang harus bertanggungjawab kepada Allah swt.atas umat yang dipimpinnya. Allah berfirman:

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami. (QS al-Sajadah :24)

Kepemimpinan Pemuda Islam harus sudah dikader sejak usia aqil baligh, agar mereka bisa memimpin. Dalam hal ini ada beberapa bentuk kaderisasi yang mendukung terwujudnya pemimpin-pemimpin Islam, antara lain:

a.     Menanamkan Kepribadian Militan (Syakhsyiyah Junduiah), yaitu dengan cara memperkenalkan kepada para Pemuda Islam pribadi-pribadi yang tangguh, cepat tanggap dan penuh kedisiplinan, baik melalui figure sahabat ataupun para nabi yang memimpin umatnya.

b.     Membentuk Organisasi yang rapi (Bina Quwwatut Tandzimiah). Hal itu bertujuan untuk menggalang rasa ukhuwah islamiyah diantara sesame pemuda Islam, sehingga terjadi saling nasehat dalam haq dan kesabaran. Dengan demikian, upaya membina kepemimpinan Islam harus berlanjut sampai tercapainya tujuan yaitu pelaksanaan amal jama’I yang benar dan terarah.

3.     Melatih para pemuda Islam agar berjiwa istiqamah dan shabar (Itsbatul Istiqamah was shabri). Point jawaban dari point a tentang figur yang patut diteladani, di antara sifat yang melekat dalam pribadi mereka ialah isqimah dan sabar. Istiqamah adalah sikap tetap dalam pendirian yang diyakini kebenarannya. Allah swt.berfirman:

Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS al-Rum : 30).

Adapun sikap sabar dapat dibentuk dengan memperhatikan beberapa factor, antara lain:

  1. Menyadari bahwa Allah swt.selalu memberikan cobaan kepada para pengemban dakwah supaya semakin kuat kesabaran kita menghadapinya. Oleh karena itu, setiap pemuda harus tahan uji dan tawakal (berserah diri) kepada Allah swt. Setelah berusaha keras) agar menjadi manusia sabar.
  2. Meneladani kesabaran para ulama terdahulu, karena dengan demikian akan menghibur kesulitan yang akan dihadapi. Rasulullah Saw.pernah bersabda menghibur para sahabatnya,”Di antara orang-orang sebelum kamu dahulu ditanam hidup-hidup, ada yang dibelah kepalanya, aa yang disisir tubuhnya dengan sisir besi yang tajam sampai kulitnya terkelupas, tetapi siksaan itu tidak menggoyahkan tekad mereka untuk tetap mempertahankan diennya. Demi Allah, pasti Allah akan mengakhiri semua cobaan itu sehingga orang berani berjalan sendirian dari Shan’a ke Hadratul Maut tanpa rasa takut kepada siapa pun selain kepada Allah, dan tidak takut kambingnya diserang srigala. Tetapi kalian tampak terburu-buru dan kurang bersabar.” (HR. al-Bukhari)

Jadi, Kunci keberhasilan harakah dakwah bagi pemuda Islam itu di antaranya tergantung dari kuat tidaknya sikap istiqamah dan sabar.

Semoga tulisan singkat ini dapat memotivasi penulis dalam mendakwahkah ajaran Islam yang sebenarnya melalui Jam’iyah Pemuda Persatuan Islam.

*) Penulis adalah Staf Bidang Jam’iyyah Pemuda Persis Garut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s