Tetap Eksis di Situ Bagendit

Laporan Nadwah Jam’iyah Ke PC. Pemuda Persis Banyuresmi

Sesuai agenda, pada Senin (23/05) PD. Pemuda Persis Garut dapat berkunjung ke PC. Pemuda Persis Banyuresmi. Sebagaimana kunjungan ke Cabang-cabang lainnya, tujuan dari kunjungan ini tidak lain untuk menjalin silaturahmi, sekaligus dan sosialisasi Program Kerja Pimpinan Daerah Pemuda Persis Garut, baik yang sudah terlaksana maupun yang akan dilaksanakan. Selain itu, tentu saja juga untuk mengetahui kondisi riil di Cabang Banyuresmi, karena kelihatannya cabang ini sedikit tersendat, kalau tidak dikatakan vacuum.

Dari pemaparan Ketua Cabang Pemuda Persis Banyuresmi, Ust. Dede N, ternyata factor yang menyebabkan ketersendatan di Cabang bersangkutan tidak ada kader. Katanya, di beberapa jama’ah yang ada, lulusan pesantren sangat minim. Kalaupun ada, mereka langsung mengadu nasib ke kota-kota besar untuk mencari pekerjaan. Tapi, di dua jama’ah lainnya seperti Lempong dan Burungayun bisa dikatakan lumbung kader. Di sana banyak kader potensial yang bisa diberdayakan. Akan tetapi, luput dari perhatian cabang, mengingat jaraknya yang cukup jauh dari lokasi secretariat PC. Pemuda Persis Banyuresmi, di Pesantren Pasir Salam.

Untuk memecah kebuntuan yang dihadapi Cabang Banyuresmi, Ketua PD. Pemuda Persis, Ust. Yudi Wahyudin memberikan solusinya. Ia menyarankan agar Cabang Banyuresmi harus menyelenggarakan dengan sasaran pesertanya tidak terfokus pada lulusan Mu’alimin saja. Diusahakan bisa menarik dan mengajak kader non pesantren. “Konsep ma’ruf menjadi tanggungjawab Pimpinan Daerah, biar kami yang mengurusnya. Cabang cukup menyiapkan peserta,” kata Ust. Yudi untuk membantu penyelenggaraan ma’ruf di Cabang bersangkutan.  Dengan demikian masalah kaderisasi tidak akan menjadi hambatan yang berarti, seperti yang dikeluhkan Ust. Dede Nurjaman. Dengan begitu, Banyuresmi dapat segera menyelanggarakan Musyawarah Cabang (Musycab), mengingat Kepemimpinan periode sekarang sudah habis.

Akan tetapi, sebagai pimpinan di tingkat Daerah, Ust. Yudi memberikan sedikit pemahaman mengenai musycab. Ia menjelaskan bahwa Musycab tidak mesti dipahami pergantian pengurus secara total. Artinya setelah masa kepemimpinan berakhir bukan berarti melepaskan cabang begitu saja, bebas dari tanggungjawab, tanpa mempedulikan nasib cabang ke depan. Sebisa mungkin, pengurus yang sekarang menjabat, pada periode berikutnya tetap masuk di struktur Pimpinan Cabang. Nantinya mereka mendidik, membimbing, dan mengarahkan kepemimpinan yang baru. Sehingga mereka dapat mengetahui dan memahami gerak perjuangan Pemuda Persis. Lebih jauhnya lagi, Pemuda Persis dapat tetap eksis di Kecamatan Banyuresmi yang terkenal dengan Objek Wisata Situ Bagendit itu.

Kita optimis, eksistensi Pemuda Persis di Situ Bagendit akan tetap kuat dan semakin kokoh lagi. Seiring mata air mengairi Situ Bagendit, perjuangan Pemuda Persis akan terus menyirami umat dengan siraman akidah, ibadah dan akhlak yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah. Kemandegan dakwah yang dilakukan Pemuda Persis sama dengan menjerumuskan umat pada jurang dosa. (Hamzah Zaelani)

2 thoughts on “Tetap Eksis di Situ Bagendit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s