Oleh-oleh ‘Ekspedisi’ ke Pemuda Persis Kota Banjar

Dengan menggunakan sepeda motor, kami dari PD. Pemuda Persis Garut berangkat memenuhi undangan pembukaan dari Panitia Musyda Pemuda Persis Kota Banjar pada Hari Selasa (28/06) pukul 08.00 WIB.

Jarak Garut-Kota Banjar sekitar + 95 km ditempuh selama 3 jam (resminya 2 jam. Maklum, kami dua kali istirahat di perjalanan). Tepat di Jalan Raya Ciamis, kami menemukan dua takdir unik. Di sebrang jalan, tiga pengedara motor bertabrakan, namun alhamdulillah tidak ada yang terluka parah. Namun di jalur yang kami tempuh, kebetulan kami bertemu ayah Ketua Umum Pemuda Persis, Ustadz Tiar Anwar Bachtiar.

“Assalamu’alaikum,” sapa kami. “Wa’alaikum salam,” jawabnya. “Wah, dari STAIPI Garut yah?,” tanyanya. “Betul pak, kami mau ke Kota Banjar, ada undangan pembukaan Musyda Pemuda Persis,” jawab kami. “Kebetulan sekali, supaya cepat, bapak mau sekalian nitip plat nomor motor sama Tiar, nanti saya telpon dari sini. Jazakumullah,” pintanya. “Siap, pak nanti kami sampaikan,” jawab kami sambil pamit untuk meneruskan perjalanan.

Sesampainya di Kota Banjar, kami telpon Pemuda Persis Banjar, Ustadz Amas, dari terminal baru Kota Banjar. Selang beberapa menit, Ustadz Amas datang menjemput.

Sampailah kami di Pesantren Persis Mustika di Kota Banjar. Kami mengira datang paling terlambat, mengingat undangan dimulai pukul 09.00 WIB. Jika kami berangkat 08.00, berarti kami sampai di tempat sekitar pukul 11.00. Meski acara pembukaan sudah dimulai, tapi perwakilan dari Pimpinan Wilayah Jawa Barat masih dalam perjalanan.

“Para pejabat setempat, Walikota dan Kapolres, sudah hadir dari pagi. Jadi kami buka saja acara seadanya dulu,” tutur Ustad Devi.
“Namun, PW masih dalam perjalanan. Jika PW hadir, kita akan buka lagi acaranya,” tambahnya.
“Lha, kalau yang tadi, pembukaan apa?,” tanya kami.
“Kalau yang tadi pembukaan protokoler. Nanti, kalu PW hadir, baru namanya pembukaan Musyda,” tambah Ustadz Devi sambil tertawa.

Meski PD. Pemuda Persis Kota Banjar terbilang masih muda, tapi inisiasi Pimpinan Pusat Pemuda Persis terkait efektivitas infaq, dapat terwujud dengan wasilah Ustadz Devi, Ketua Pemuda Persis Kota Banjar.

“Apan ana nu ngurusna (Kan saya yang mengurusnya),” jelas Ustadz Devi.

Pada kepengurusan Pimpinan Pusat periode sekarang, kita difasilitasi RBT Mars Pemuda Persis. Untuk Pengguna XL, anda bisa ketik sms 12500374 kirim ke 1818. Dan untuk pengguna Tekomsel dan Flexi, anda bisa ketik sms RING ON 4100099, kirim ke 1212. Sedangkan untuk pengguna Esia anda bisa ketik sms RING 4100099 kirim ke 888.

Selain RBT, Pemuda Persis Banjar juga memfasilitasi adanya sms service Tiap Infaq Anda Ridha (TIAR). Caranya adalah dengan ketik sms REG TIAR kirim ke 3151. Isi smsnya adalah taushiyyah ayat Quran, hadis, serta pengumuman kegiatan-kegiatan penting lainnya.

Sekali lagi, kemudahan fasilitas itu berkat wasilah ‘tangan dingin’ Sang Ketua Pemuda Persis Banjar.

Setelah Ustadz Syarif dari PW. Pemuda Persis Jabar datang, pembukaan Musyda pun dibuka. Dalam wasiatnya, Ketua PD. Persis Kota Banjar mengamanatkan, bahwa seorang pemuda Islam harus berilmu dan kuat fisik.

“Kalian harus ikhlas, berilmu dan kuat, seperti Nabi Ibrahim, Nabi Yusuf. Kita juga mengenal Ibnu Abbas muda yang merupakan nara sumber para sahabat mengenai tafsir. Kita juga mengenal Utsamah bin Zaid, yang pernah menjadi komandan perang di saat belia,” katanya.

“Kami, Persatuan Islam sadar, tanpa anda-anda para Pemuda, pesantren yang kita duduk di atasnya, akan mandeg, jika anda-anda tidak terlibat di dalamnya,” tambahnya.

Setelah taushiyyah dari ketua PD. Persis Kota Banjar, tibalah giliran PW. Pemuda Persis Jabar yang diwakili oleh Ustadz Syarif untuk meresmikan acara Musyda II Pemuda Persis Kota Banjar.

“Visi Pemuda Persis sudah jelas. Memahami, mengamalkan, dan mendakwahkan Islam. Dan itulah tugas Musyda kali ini,” tegas Ustadz Syarif.

“Tema Musyda II yang sarat dengan semangat kaderisasi merupakan tema yang sangat bagus. Bahwa dengan kaderisasilah, inti dari pergerakan dapat kita wujudkan. Maka berbarengan dengan berkumandangnya adzan dhuhur, acara Musyda II Pemuda Persis Kota Banjar, resmi saya buka,”tambahnya.

Setelah sholat, makan, dan istirahat dan sharing program antar Pimpinan Daerah, kami mohon pamit kepada shahibul bait, mengingat perjalan pulang yang cukup panjang. Perjalanan panjang dan melelahkan itu, sampai kami lupa untuk mengunjungi Waterpark (Taman Air), Situ Mustika, bahkan Pangandaran.

Di tengah perjalanan, kami diguyur Rahmat Allah, hujan yang sangat lebat. Rahmat Allah itu mengiringi perjalanan ‘panas-dingin’ kami. Panas, karena memang Kota Banjar sangat panas karena dekat laut Pangandaran. Dingin, karena perjalanan pulang kami melewati Salawu-Cilawu yang dipenuhi hawa dingin sang embun.

Banyak hal bisa kami lihat, terutama situasi Kota Banjar itu sendiri. Kami melihat bagaimana apresiasi pejabat (Walikota dan Kapolres) lokal terhadap acara organisasi masyarakat, meski yang hadir tidak lebih dari 15 orang. Kami juga hampir tidak menemukan jalan bolong yang berbahaya bagi para pengendara. Kami juga melihat papan tanda arah yang sangat lengkap untuk kota sesederhana Banjar. Kami juga melihat kesadaran masyarakat dalam hal sampah, sepanjang jalan, kami tidak melihat tumpukan sampah yang sangat tidak sedap dilihat dan dicium. Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Kabupaten Garut. Kami cinta Garut, namun begitulah kenyataannya.

Alhamdulillah, kami sampai dengan selamat pukul 15.24 WIB dan langsung menuliskan catatan kecil dari ekspedisi melelahkan ini pada 21.20 WIB. (quy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s