MAR’UF PEMUDA PERSATUAN ISLAM PASIR WANGI I; LAHIRKAN GENERASI PELANJUT (KHALAFUN)

Garut (28/10), bertepatan dengan sumpah pemuda, Pemuda Persis Pasir Wangi menyelenggarakan Ma’ruf. Tentunya saja ma’ruf kali ini adalah ma’ruf yang pertama kalinya diadakan oleh Pemuda Persis Pasir Wangi. Sekalipun demikian, ma’ruf ini dapat melahirkan para kader yang bisa meneruskan estafeta perjuangan Persis di wilayah Pasir Wangi, sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Pelaksana, Jajang Ishak.

Karena bertepatan dengan momentum Sumpah Pemuda, dalam sambutannya, Pimpinan Daerah Pemuda Persis Garut, Ust. Yudi Wahyudin menyampaikan tiga point penting berkaitan dengan Sumpah Pemuda (Persatuan) Islam—mengutip Ba’iat ‘Aqabah—yakni (1) Tidak akan menyekutukan Allah, (2) Tidak akan berzina; dan (3) Tidak akan mencuri. Selanjutnya, beliau mengingatkan bahwa tugas dan perkerjaan yang sedang dilakukan oleh pemuda Persis bukanlah pekerjaan ringan, tapi perkerjaan berat.

Ma’ruf yang diselenggarakan di Pesantren Garogol ini, diikuti oleh sekitar 25 peserta dari berbagai utusan. Termasuk peserta yang berasal dari Karang Tengah dan Tarogong Kidul. Tentu saja Ma’ruf ini diharapkan dapat melahirkan kader berkualitas yang siap berjihad untuk menghidupkan dan melanjutkan estafeta Pemuda Persis di Pasir Wangi yang merupakan pemekaran dari Cabang Samarang. Sebagaimana disebutkan oleh Ust. Bayanudin, bahwa Pemuda Persis Samarang merupakan Cabang Pemuda Persis yang berdiri di Garut, tepatnya pada masa kepemimpinan Ust. Entang Mukhtar. Bahkan Pemuda Persis Samarang menjadi cikal bakal berdirinya PD. Pemuda Persis Garut.

Tentu saja, sebagai pelopor Pemuda Persis di Garut, melalui Ma’ruf ini Pemuda Persis diharapkan bisa bangkit kembali, yang beberapa decade mengalami kevacuman. Begitulah pesan-pesan yang diselipkan oleh Ust. Bayanudin, sebagai salah satu perwakilan dari PC. Persis Pasir Wangi yang sekaligus mantan ketua Pemuda Persis Samarang. Lebih jauh lagi, beliau mengidam-idamkan bahwa Pemuda Persis harus tumbuh dan berkembang dalam beribadah kepada Allah dalam segala aktifitasnya (Syabbun nasyya fi ibadatillah), yang di kemudian hari akan mewujud menjadi “Rajulun mua’allaqun bil mâsjid.” Dengan kata lain, menjadi generasi pelanjut (khalafun), bukan generasi yang bertolak belakang ataupun penentang (khalfun) perjuangan Persis.

Di lokasi  lain, tepatnya di Sala Gedang HIMA dan HIMI Persis menyelenggarakan KABAH gabungan selama tiga hari. Dengan demikian, diharapkan khususnya di Garut menjadi lumbung kader yang akan meneruskan dan melanjutkan perjuangan Islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s