Resensi

TA’LIM AL-TA’LIM: KARYA YANG TERLUPAKAN

Selain Imam Al-Ghazali, Al-Jarnuzi dengan nama lengkapnya Burhanuddin Al-Jarnuzi adalah seorang pemikir yang menulis salah satu kitab yang berjudul Ta’lim al-Muta’alim. Ia lahir di Afganistan, tepatnya di daerah Jaradz, meskipun tempat kelahiran tersebut masih diperdebatkan. Begitu pula dengan tahun kelahirannya, setidaknya ada dua pendapat yang dikemukakan pertama, pendapat yang mengatakan beliau wafat pada tahun 591 H./ 1195 M. Sedangkan pendapat yang kedua mengatakan bahwa Az-Zarnuji wafat pada tahun 840 H./ 1243 M. Sementara itu ada pula pendapat ketiga yang mengatakan bahwa beliau hidup semasa dengan Rida ad-Din an-Naisaburi yang hidup antara tahun 500-600 H.

Al-Zarnuji menuntut ilmu di Bukhara dan Samarkan, yaitu ibu kota yang menjadi pusat keilmuan, pengajaran dan lain-lainnya. Masjid-masjid di kedua kota tersebut dijadikan sebagai lembaga pendidikan dan diasuh oleh beberapa guru besar seperti Burhanuddin Al-Marginani, Syamsuddin Abdul Wajdi Muhammad bin Muhammad bin Abdul Satar, Ali bin Abi Bakar bin Abdul Jalil al-Farhani, Ruknul Islam Muhammad bin Abu Bakar yang dikenal dengan nama Khawahir Zada, seorang Mufti Bukhara yang ahli dalam bidang fiqih, sastra dan syair, Hammad bin Ibrahim ahli fikih, sastra dan ilmu kalam, Fakhruddin al-Kasyani, Rukhnuddin al-Farhami ahli Fikih, sastra dan syair. Ia juga belajar kepada Al Imam Sadiduddin Asy-Syirazi.

Kitab Ta’lim al-Muta’alim ini, membahas tentang adab mencari ilmu. Di dalamnya akan kita temukan tugas apa saja yang mesti diemban oleh para penuntut ilmu. Mulai dari memahami nilai ilmu itu sendiri, Meluruskan niat, Memilih Ilmu, Guru dan Kawan, Sifat Rajin dan Kemauan Keras, Bertawakal, Menjaga diri dari keharaman, Memelihara hapalan dan juga adab terhadap Ilmu dan orang yang berilmu. Tugas-tugas ini sangat penting sekali ditanamkan dalam benak murid sebelum ia mempelajari ilmu yang lainnya. Inilah yang barang kali telah dilupakan oleh generasi kita. Baik dalam lingkup pendidikan formal maupun non formal. Hal ini diakui pula oleh pengarang kitab ini, beliau menyatakan bahwa para pelajar di zaman sekarang ini tidak berhasil mencapai tujuan dari belajar itu sendiri. Padahal mereka begitu rajin dalam menghapal dan juga mempelajari ilmu tersebut. Namun, sangat disayangkan apa yang telah mereka korbankan ternyata sia-sia. Mereka tidak mendapatkan manfaat dari buah ilmu yang mereka pelajari. Baik dari sisi pengaplikasian ilmu itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari atau setidaknya merubah pola pikir dan juga akhlak. Memang dari sisi intelektualitas mereka cerdas namun dari sisi yang lainnya sangatlah keropos. Itu semua menurut Al-Jarnuzi dikarenakan mereka salah dipermulaan.

Dalam tradisi ilmu, ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi sebelum mempelajari ilmu itu sendiri. Syarat-syarat tersebut telah penulis paparkan di atas. Dengan melaksanakan syarat-syarat tersebut dapat dipastikan ilmu yang kita pelajari akan membekas ke dalam hati sehingga memberikan efek yang luar biasa kepada yang lainnya. Sebuah ungkapan menyatakan, “Ilmu itu cahaya Allah dan cahaya Allah itu tidak akan dilemparkan kecuali oleh perantaraan malaikat”. Pertanyaan yang patut kita renungkan bersama adalah bagaimana mungkin cahaya Allah itu akan diberikan kepada orang yang berhati kotor. Oleh karena itu, penulis katakan: penting sekali mempelajari adab ta’lim wal muta’allim dan kitab inilah salah satunya yang berkenaan dengan hal itu. Selamat Membaca…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s